Informasi Terupdate Hari Ini

Kawal Dugaan penyelewengan Dana Desa, Forum Pemuda Desa Tengatiba Datangi Inspektorat Nagekeo

Benediktus Ceme meminta agar Forum Pemuda Desa Tengatiba bisa memainkan perannya secara baik dengan tidak mencederai siapapun sehingga perjuangannya bisa menuai hasil positif dan tidak menimbulkan asumsi buruk Masyarakat kerena menilai perjuangan Forum Pemuda Desa Tengatiba syarat kepentingan.

0 326

Faktahukumntt.com – NAGEKEO,

Ketua Forum Pemuda Desa Tengatiba (FPDT), Urbanus Dhalu (32), didampingi sekertarisnya, Hendrikkus Tipa (31), dan anggota Forum Pemuda Desa Tengatiba, Yosef Nedho samu (24), simplisius Pani Koto (34), selestinus Pita (40) mendatangi kantor inspektorat Kabupaten Nagekeo, propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) guna Mempertanyakan tindak lanjut lembaga inspektorat dalam mengaudit dugaan penyelewengan dana desa Tengatiba tahun 2018/2019.

Kehadiran Forum Pemuda Desa Tengatiba disambut baik oleh, Inspektur lembaga Inspektorat Kabupaten Nagekeo, Benediktus Ceme, dan beberapa stafnya, di ruang kerja inspektur Inspektorat Nagekeo, pada jumat, (26/06/2020).

Sebagai pembuka percakapan, jurubicara FPDT, Simplisius Pani Koto, menerangkan maksud dan tujuan kedatang mereka yakni ingin mencaritau progres inspektorat Nagekeo dalam melakukan audit terhadap dugaan penyelewengan dana desa Tengatiba yang sempat terhenti akibat penerapan Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB) cegah pandemi covid-19 pada bulan Maret 2020 lalu.

“Kami tidak berniat untuk menjerat siapa, Tujuan kami adalah untuk mencaritau adanya kepastian dari proses yang telah dilakukan itu, Entah Dugaan kami benar atau tidak namum kami menginginkan adanya hasil akhir dari proses ini” jelas Simplisius dihadapan kepala Inspektorat kabupaten Nagekeo.

Setelah mendengarkan maksud dan Tujuan kedatangan Forum Pemuda Desa Tengatiba, Inspektur Inspektorat Nagekeo, Benediktus Ceme, mengapresiasi sikap kritis Forum Pemuda Desa Tengatiba dalam mengkawal kebijakan pembangunan dan pengelolaan dana desa di desa Tengatiba karena menurutnya, perubahan akan terjadi jika semua orang peduli terhadap pengelolaan pembangunan dan mengawalnya. Benediktus menegaskan bahwa setiap Rupiah keuangan Negara mesti di audit dan dan dimintai pertanggungjawaban.

“Kalau teman-teman di desa nonton saja dan tidak mau tau, tugas inspektorat jadi berat, kepada teman-teman kami mengucapkan terimakasih bisa mewakili inspektorat di lapangan secara nyata tetapi kita juga mesti taat terhadap aturan tata kelola birokrasi yang baik” imbuh Benediktus.

Terkait Laporan Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Tengatiba, Benediktus mengaku telah melaksanakan pemeriksaan sesuai prosedur dan proses pemeriksaannya akan dilanjutkan dalam waktu dekat. pada beberapa kasus sudah menjurus pada kesimpulan namum, terkait Laporan Hasil Pengawasan (LHP) belum bisa disampaikan karena harus mentaati prosedur berdasarkan amanat Undangan-undang yang mesti dipatuhi lembaga inspektorat Nagekeo.

“Yang jelas kalau ada LHP yang kami keluarkan, di dalam perintah Undangan-undang sudah jelas, nanti ke siapa LHP yang ada, yang jelas arsip kami satu, ke desa satu, ke Bupati satu dan ke provinsi satu” jelas Benediktus.

Benediktus Ceme meminta agar Forum Pemuda Desa Tengatiba bisa memainkan perannya secara baik dengan tidak mencederai siapapun sehingga perjuangannya bisa menuai hasil positif dan tidak menimbulkan asumsi buruk Masyarakat kerena menilai perjuangan Forum Pemuda Tengatiba syarat kepentingan.

Diakhir pertemuan tersebut, Selestinus Pita, anggota FPDT kembali menegaskan tujuan kedatangan mereka, Bagi selestinus jika kasus ini tidak dikawal oleh pihaknya, mereka dianggap terlibat konspirasi atau menerima sederetan kompensasi atas kasus ini, sehingga hal ini berpengaruh terhadap nama baik baiknya dan teman-teman Forum Pemuda Desa Tengatiba secara personalia, disisi lain masalah yang ada menurutnya telah melahirkan konflik horisontal antara masyarakat yang pro dan yang kontra terhadap Forum Pemuda Desa Tengatiba, maka ia berharap agar inspektorat bisa berkerja lebih efektif dan mengusut tuntas masalah tersebut dalam hal memberikan kepastian hasil audit terhadap kasus Dugaan Tindakan Pidana Korupsi penyalahgunaan dana desa Tengatiba. (PFB)

Comments
Loading...