Informasi Terupdate Hari Ini

Ada Wisata Kuliner di Desa Waimatan, Kepala Desa Waimatan Dinilai Berhasil Berdayakan Dana Desa

0 639

FaktahukumNTT.com, LEMBATA

Salah satu destinasi wisata yang akhir-akhir ini menjadi incaran banyak orang adalah Wisata kuliner di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata.

Wisata kuliner ini merupakan program Pemdes yg dikelola oleh ibu-ibu PKK Desa Waimatan, tapi tetap memberi ruang bagi kelompok-kelompok lain dalam desa, juga orang perorangan untuk menjual pangan lokal seperti ketupat kaleso, putu, jangung titi, sayur rumpu-rampe, juga aneka seafood seperti ikan bakar, lawar ikan atau gurita, kerang, dan lain sebagainya.

Wisata kuliner ini dibuka setiap hari. Sejak awal dibuka pada pertengahan Februari 2020, banyak pengunjung yang berdatangan, termasuk para pegawai kecamatan Ile Ape Timur dan para pejabat pemerintahan dari kabupaten. Baru kurang lebih sebulan beroperasi tapi kemudian ditutup karena merebaknya covid 19 di tanah air, dan baru dibuka kembali ketika diberlakukannya new normal sejak 15 Juni 2020.

Camat Ile Ape Timur, Yosep Raya Langoday telah menetapkan Desa Waimatan sebagai Desa Tematik Wisata Kuliner.

Saat disambangi wartawan Faktahukukumntt.com di lokasi wisata, Kepala Desa Waimatan mengkonfirmasi hal tersebut. Ia mengiyakan bahwa memang belum ada legitimasi dari pemkab Lembata tapi secara lisan memang ada penyampaian lisan dari Camat Ile Ape Timur. “Ini baru penyampaian lisan dari pak camat belum ditindaklanjuti secara adimistrasi. “, ungkap Dia.

Kepala Desa Waimatan, Honesimus Sili Betekeneng dinilai publik telah berhasil memberdayakan dana desa dengan baik. Keberhasilan Sili Betekeneng tentu didukung oleh banyak pihak termasuk masyarakat sendiri. Pasalnya, Desa Waimatan yang sudah berumur 20 tahun dihitung sejak 8 Desember 2000 tersebut mampu memanfaatkan dana desa demi pengembangan Desa yang lebih baik.

Kepdes ketiga di Desa Waimatan tersebut, mengatakan bahwa, sejauh ini yang sudah mereka kerjakan yakni pembangunan tiga Lopo, talut badan pantai, pagar, tali aksesoris, bangunan pelataran bagian depan dengan desain kapal batu, juga dilengkapi dengan ruangan atas maupun di bawah. Selain itu, akan diadakan juga mainan anak-anak seperti sepeda dan hal-hal lain yang trend di wilayah tersebut.

Ketika dimintai konfirmasi terkait kucuran dana untuk pembangun desa tersebut, kepdes Waimatan mengakui bahwa sejauh ini pembangunan yang dikerjakan menghabiskan kucuran dana sekitar 300 juta lebih. “Sejauh ini sudah menghabiskan dana sekitar 300 juta lebih”, ungkap pria 39 tahun tersebut.

Terkait dengan potensi desa, kepdes mengakui bahwa ada banyak potensi, namun dengan wilayah geografis yang tidak tidak memungkinkan, maka kepdes berpikir untuk mengemas semua potensi yang ada dalam satu bingkai yakni wisata kuliner. Lebih jauh, Ia berharap agar semua masyarakat memiliki pola pikir yang bagus agar ke depan masyarakat dapat menghasilkan uang dari wisata kuliner ini.

Pantauan wartawan faktahukumntt.com di lokasi kegiatan, 28 Juni 2020 siang, tampak puluhan pengunjung hadir di wilayah tersebut. Bersamaan dengan itu, ada reunian Alumni PEPPSI ( Persatuan Pemuda Pelajar Seminaris Asal Ile Ape) di lokasi tersebut. Lokasi itu tampak ramai karena didatangi beberapa pengunjung dari luar.
Sambil menikmati kuliner yang disediakan, pengunjung juga disuguhkan lagu-lagu dan panorama alam yang memanjakan mata.

(*Yurgo Purab)

Comments
Loading...