Informasi Terupdate Hari Ini

Mengintip Dunia Malam Surganya Lelaki di Kota Pattaya

0 2.289

Penulis: Yos Bataona

Faktahukumntt.com, PATTAYA-THAILAND

Berlibur ke kota Bangkok belum lengkap rasanya jika tidak menyempatkan waktu untuk mampir ke kota terdekat yaitu Pattaya. Kota Pattaya berlokasi paling dekat dengan Bangkok hanya menempuh 2,5 jam perjalanan dengan Bus. Kota Pattaya juga terkenal dengan surga fantasi laki-laki. Saya jadi  penasaran kenapa Pattaya identik dengan Surganya para  Lelaki.

Setelah makan pagi di Thomson Hotel Huamark Bangkok, saya dan tim FHI (rombongan) diantar menuju Pattaya. Dalam perjalanan jantung saya berdetak kencang pikir ku rasa penasaran ku bisa jadi kenyataan yakni bisa menikmati surganya para Lelaki.

Tiba di Pattaya kami mengunjungi Honey Bee (pusat madu) dimana ada peternakan lebah terbesar di Asia. Madu hasil peternakan diproduksi berbagai jenis Obat herbal yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Salah satu yang menarik bagi saya adalah Propolis Liquid. Propolis sudah dikenal di Indonesia namun kebanyakan masyarakat termasuk saya belum tepat menggunakannya. Propolis adalah antibiotik alami dan efektif tetapi hanya dikonsumsi untuk orang sakit bukan untuk yang sehat. Ini faktanya bahwa tidak semua herbal dapat begitu saja dikonsumsi dan bermanfaat bagi kesehatan.

Selanjutnya, menyaksikan pertunjukan Gajah dan Adat tradisional Thailand, di desa Noongnooch kemudian menikmati makan siang dengan menu makanan beraneka khas Thailand, lezat dan bergizi setidaknya rasa capekpun sirna.

Di Kota Pattaya tidak sulit mencari penginapan. Sebagai kota wisata tentunya sebagian besar kawasan dibangun sejumlah hotel berbintang, pun losmen biasa atau villa yang berjejer sepanjang jalan. Tarifnya tergantung yang anda mau, mulai dari yang termurah sekitar 600-san THB (270 ribu rupiah) sampai berjuta-juta ada di Pattaya.

Sebelum menuju ke penginapan saya berserta tim berkunjung ke Floating Market Pattaya (pasar terapung). Pasar Terapung atau Floating Market yang berada di Pattaya ini memiliki segala sesuatu yang ada di Thailand. Bagaimana tidak, semua yang ada di sini menjual barang ataupun makanan khas Thailand dari berbagai daerah. Untuk lebih memiliki pengalaman di Pattaya Floating Market, saya menaiki perahu dan berkeliling untuk menikmati keindahan pemandangan yang alami. Selanjutnya saya dan tim singgah di Art In Paradise.

Art in Paradise merupakan sebuah galeri seni yang berisi dengan lukisan-lukisan yang artistik. Uniknya di Art in Paradise, Pattaya Thailand adalah lukisan yang artistik ini dibuat dengan teknik 3 dimensi (3D), suatu teknik yang tidak mudah, melukis di tempat datar namun gambar yang di hasilkan sungguh realistis. Unsur lukisan yang di usung oleh Art in Paradise, Thailand adalah illusion art, yang mengasilkan gambar kedalam bentuk nyata. Art In Paradise didirikan oleh seniman asal Korea yaitu Jang Kyu Suk, seniman professional yang kreatif.

Kebetulan saya menginap di JPVillahotel dekat dengan wisata malamnya para pria sehingga mudah bagi saya untuk pergi keluar menikmati suasana Pattaya. Sebagian besar Pattaya akan terasa kehidupannya menjelang malam, karena pada siang hari kondisi jalanan akan terlihat lengang karena faktor cuaca yang sangat terik. Sehingga kami menghabiskan waktu petualangan di Pattaya di siang hari dengan berkunjung ke berbagai obyek wisata termasuk kebun anggur serta menikmati segelas anggur hasil produksi dari pabrik yang ada di lokasi tersebut dan berharap pada malam hari berpesta.

Untuk urusan pesta, Pattaya adalah surganya para lelaki karena di kota ini memang dominan untuk memenuhi hasrat dan fantasi laki-laki.

Menjelang malam, saya mencoba mengitari kota Pattaya sesekali berhenti minum kopi sambil bercerita  dengan pemilik restoran. Saking asyiknya bercerita saya memberanikan diri bertanya, “apakah saya bisa mendapat PSK lokal (asli Thailand)? Maksudnya ya mau membuktikan fakta tentang Surganya para Lelaki.

Namun saya cukup kaget, karena jawaban tidak sesuai harapan. Memang ada tetapi kebanyakan  dari mereka beranggapan bahwa yang punya banyak duit adalah turis bule sedangkan Turis seperti saya dianggap tak ada duitnya karena dianggap sama dengan orang Thailand sehingga tidaklah mudah untuk berkencan dengan mereka. Walau demikian saya mencoba berjalan-jalan menikmati gemerlapnya dunia malam di Kota Pattaya

Justru yang paling terkenal dari Pattaya adalah penampilan para lady-boys yang memang sangat mirip dengan perempuan sungguhan. Saya diajak untuk menyaksikan kabaret mereka di Teater Alcaraz. Namun saya tidak mau ikut karena berfikir bahwa pertunjukan ini saya sudah menyaksikan di Kolostrum teater dan ternyata teman teman yang kesana tidak sempat menonton karena acaranya sudah selesai.

Menurut  Mr. Roy (guide) Pertunjukan kabaret yang dilakukan oleh para Ladyboys ini sungguh menghibur. Menampilkan banyak tarian dan lagu tradisional dari kebudayaan Asia dan Dunia. Mereka tampil dengan sangat baik dengan perpaduan unsur musik dan tarian yang sangat megah dan menawan. Memang unsur seksnya terletak di cara mereka berpakaian dan itupun semuanya ladyboys (laki-laki yang sudah dioperasi) dan sangat cantik seperti perempuan sungguhan.

Pattaya sendiri pada awalnya merupakan desa nelayan biasa. Kawasan ini kemudian berubah menjadi tujuan wisata sejak kehadiran 100 serdadu Amerika pada tanggal 26 April 1961 yang memerlukan istirahat setelah menyelesaikan perang Vietnam. Namun tak menyangka sejak saat itu Pattaya mulai terkenal dengan gegap gempita, hingar-bingar, PSK dan ladyboys. Saat ini Pattaya terkenal akan turis asal asia yang sebelumnya Russia yang mendominasi keberadaannya di sebagian besar lokasi.

Fakta menarik yang didapatkan adalah setiap Obyek wisata selalu ada pertunjukan seni dan budaya asli Thailand dan rasa rasanya masyarakat Thailand lebih suka mengembangkan budaya lokal ketimbang budaya dari luar.

Disini kisah tentang Surganya para Lelaki yang saya dengar justru berbeda dengan fakta yang ada. Baik dari pemilik restoran,  pegawai hotel maupun guide tidak tahu tentang hal itu tetapi yang mereka tahu adalah ladyboys.  Sudahlah! Mungkin saya tidak memiliki Kesempatan tersebut atau memang faktanya demikian.  Kuakhiri saja rasa penasaran ini di alam mimpi.

Keesokan harinya saya kembali ke Bangkok dan berkunjung ke Wat Arun (bahasa Thai: Candi Fajar) merupakan candi Buddha (wat) yang terletak di distrik Bangkok Yai di kota Bangkok, Thailand tepatnya di Barat Hulu sungai Chao Phraya. Nama panjang dari candi ini adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahavihara. Wat Arun Rajwararam atau Candi Fajar, diambil dari nama Dewa Fajar, Aruna. Wat Arun dianggap salah satu situs yang paling terkenal di Thailand.

Memang pemandangan Candi Fajar sungguh menakjubkan ! Kami sampai ke Wat Arun dengan menumpang Bus. Candi ini tidak terlalu luas karena dengan berjalan kaki selama 15 menit saja, sudah mengelilinginya. Namun yang membuat kami berlama-lama disana yakni pemandangan yang indah bisa dilihat dari bawah terutama dari atas (setelah menaiki tangga yang agak curam).

Saya mengabadikan moment ini dengan berfoto di setiap sisi Candi Fajar. Tanpa kusadari rasa penasaran tentang Pattaya Surganya para Lelaki perlahan sirna dengan menyaksikan keindahan Candi ini.  (Yos Bataona)

 

Comments
Loading...