Informasi Terupdate Hari Ini

Dinsos Nagekeo Telah Batalkan 684 Orang Warga Penerima BST Kemensos RI.

Berdasarkan instruksi Presiden semua elemen masyarakat berhak mendapatkan bantuan pengamanan sosial dampak covid-19, Maka bagi masyarat Nagekeo yang belum menerima bantuan serupa, besar kemungkinannya di akomdir melalui usulan Bantuan pemerintah propinsi NTT dan usulan pengganti BST Kemensos RI untuk menggantikan 684 warga yang telah dibatalkan

0 400

Faktahukumntt.com – NAGEKEO,
Sebanyak 684 orang warga Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Penerima bantuan jaringan pengamanan sosial dari kementrian sosial (kemensos) Republik Indonesia (RI) Berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) dibatalkan penerimaannya oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nagekeo.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, Rufus Raga, Ketika di jumpai media faktahukumntt.com, kamis (09/07/2020)

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Nagekeo, Rufus Raga ketika di jumpai media faktahukumntt.com, di ruang kerjanya pada kamis, (09/07/2020).

Rufus Menjelaskan alasan pembatalan terhadap 684 orang warga Nagekeo Penerima BST disebabkan oleh data usulan penerima bantuan sosial ( Bansos) yang tidak valid oleh pemerintah desa, yang diduga tidak melakukan verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diturunkan Kemensos RI untuk diverifikasi ulang, kemudian diusulkan kembali dengan data yang sama sehingga ditemukan banyak kejanggalan data penerima Bansos kerena tidak layak dan tdak memenuhi syarat mendapatkan bantuan yang dimkasud.

“dari awal memang kita batalkan 684 orang, karena ada yang PNS, aparat desa, dobel bansos, ada BPD, ada yang sudah pensiun. DTKS yang dikirim dari pusat sebanyak 4529, dikirim ke desa untuk melakukan verifikasi dan validasi, mana yang harus dikeluarkan dan mana yang perlu di tambahkan. data DTKS ini sdah cukup lama, didalamnya pasti sdah ada yang bergeser-bergeser, perjalanannya sdah sejak tahun 2012 pasti sdah ada yang aparat desa, PNS dan BPD mungkin, Desa tidak lakukan verifikasi akhirnya muncul kembali nama-nama yang sama” Terang Kadinsos Nagekeo.

Untuk kategori jaringan pengaman sosial dari Kemensos RI, Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo telah mengusulkan 10.000 orang calon penerima BST, yang terdiri dari 4521 orang berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan 6884 orang Non DTKS berdasarkan usulan pemerintah Desa, namun dari 10.000 orang yang di usulkan Dinsos Nagekeo Kemensos RI berhasil mengabulkan dan menetapkan 8325 orang yang berhak memperoleh bantuan jaringan pengamanan sosial berupa BST.

Rufus Menjelaskan bahwa penyaluran dana BST Kemensos telah memasuki tahap ke 3, dan Proses penyalurannya melalui PT. Pos serta Himpunan Bank Negara (Himbara) yakni Bank Nasional Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

proses penyaluran tahap pertama disalurkan pada bulan April, tahap ke 2 di bulan mei dan tahap 3 pada bulan juni, namun pencairan untuk Tahap 3 baru terjadi melalui PT. Pos sedangkan melalui Himbara belum masih belum disalurkan.

“Penyalurannya melalui dua lembaga, ada melalui PT. Pos dan melalui Himbara. Kalau Himbara di kita ada dua bank, bank BNI sebanyak 45 orang, bank BRI ada 252 orang dan yang sisanya melalui PT Pos” Ujar Rufus.

Kadinsos Kabupaten Nagekeo juga menerangkan bahwa berdasarkan instruksi Presiden semua elemen masyarakat berhak mendapatkan bantuan pengamanan sosial dampak covid-19, Maka bagi masyarat Nagekeo yang belum menerima bantuan serupa, besar kemungkinannya di akomdir melalui usulan Bantuan pemerintah propinsi NTT dan usulan pengganti BST Kemensos RI untuk menggantikan 684 warga yang telah dibatalkan. (PFB)

Comments
Loading...