Informasi Terupdate Hari Ini

Panen Perdana! Telur Covid-19 Pecah di Kabupaten Lembata. Kini Lembata Masuk Zona Merah

Berikut Informasi resmi dari Bupati Lembata melalui ketua penanggulangan Covid-19, yang juga Sekda Lembata, Paskalis Ola Tapobali. Informasi resmi tersebut berisikan 6 point yang tersebar melalui grup-grup di Whats App.

0 11.076

FaktahukumNTT.com, KABUPATEN LEMBATA

Pemerintah kabupaten Lembata telah berjuang maksimal untuk mengentas mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lembata. Usaha tersebut gagal, karena Lembata kini masuk zona merah setelah salah satu pasien asal desa Babokerong di Kabupaten Lembata dinyatakan positif Covid-19. Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya, Kamis (18/6/2020), dalam hal pemberlakuan New Normal di Kantor Bupati Lembata, yang mana dalam rapat itu dipimpin langsung oleh Sekda Lembata, Apolonaris Mayan selaku Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Lembata pernah mewanti-wanti hal ini.

Apol mengatakan bahwa dengan keadaan new normal, Lembata harus siap, jika zona hijau berubah jadi zona merah. Kegelisahan Apol Mayan waktu itu kini terbukti bahwa Lembata panen perdana Covid19. Telur Covid-19 akhirnya pecah juga.

Berikut Informasi resmi dari Bupati Lembata melalui ketua penanggulangan Covid-19, yang juga Sekda Lembata, Paskalis Ola Tapobali. Informasi resmi tersebut berisikan 6 point yang tersebar melalui grup-grup di Whats App.

Selamat malam Kadis Kesehatan, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Pertanian, Kaban Kesbang, Kadis Budpar, Kasat POLPP, Camat Nagawutung. Dasar petunjuk Bupati yang baru kami terima, berkaitan dengan Rilis Gugus Tugas Provinsi NTT bahwa Kabupaten Lembata dinyatakan sebagai zona merah karena *terkonfirmasi 1 orang positif COVID-19 Cluster Maskassar, berasal dari Desa Babokerong*, maka diperintahkan kepada Saudara-saudara :
1. *Menutup akses keluar masuk Desa Babokerong selama 3 hari terhitung sejak esok, Minggu tgl 19 Juli 2020 sd Selasa 21 Juli 2020*. Dengannya, seluruh masyarakat Desa Babokerong *dilarang bepergian/keluar dari desa yang bersangkutan* termasuk melarang siapapun masuk ke Desa Babokerong selama 3 hari.
2. Tim Surveillance melakukan *tracking/tracing kontak* terhadap pihak-pihak yang pernah berinteraksi denga yang bersangkutan. Pelaksanaan kegiatan tracing dilakukan sejak esok dan melaporkan hasilnya kepada Bupati Lembata selaku Ketua Gugus dkp.
3. Memastikan yang bersangkutan *isolasi mandiri selama lebih kurang 14 hari sejak hari ini* secara ketat di rumah yang bersangkutan, dan tidak diperkenankan untuk dilakukan isolasi di Fasyankes terdekat untuk menghindari penularan lebih jauh.
4. Memastikan adanya *pengawasan yang ketat* oleh masyarakat/tetangga sekitar, Pemerintah Desa, Gugus Tugas Kec dan Desa, terhadap perilaku yang bersangkutan, agar mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
5. Jika dalam pemantauan dan pengawasan, terdapat gejala atau indikasi negatif, segera merujuk yang bersangkutan ke Rumah Sakit.
6. Melaporkan perkembangan di lapangan setiap hari kepada Bupati Lembata. Makasih. Cc Bpk. Bup, Bpk Wabup.

Kepada kita semua, diharapkan semakin waspada dan memperhatikan protokol kesehatan yang ada, saling mengingatkan dan mensupport untuk memutus mata rantai penularan COVID 19 di bumi Lembata

Sejak diturunkannya berita mengenai pasien positif Covid-19 tersebut, diharapkan masyarakat saling jaga jarak dan memperhatikan protokol kesehatan yang diarahkan oleh pemkab Lembata (*Yurgo Purab)

Comments
Loading...