Informasi Terupdate Hari Ini

EMANUEL BRIA: KOPERASI JASA EKONOMI DIGITAL INDONESIA SIAP MEMBANTU MASYARAKAT NTT

0 128

Faktahukumntt.com – Kota Kupang

[dropcap]K[/dropcap]operasi Jasa ekonomi digital Indonesia merupakan salah satu lembaga bergerak di industri tenun ikat siap membantu masyarakat NTT yang berpenghasilan rendah dengan sistem manajemen yang efektif, mandiri dan memiliki daya saing serta berkelanjutan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Koperasi Digital Indonesia Cabang Provinsi NTT Emanuel Bria saat pagelaran ekonomi kreatif di Kabupaten Malaka,Sabtu 8/2/2020.

Pagelaran ekonomi kreatif dihadiri oleh 1000 peserta yang tersebar pada 127 Desa dan 12 Kecamatan dan sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Malaka.

Emanuel atau yang dijuluki EB bahkan menegaskan bahwa lima tahun ke depan koperasi dimaksud jika dikelola dengan sistematis dan akuntabel akan memberikan dampak positif dalam pengembangan ekonomi masyarakat

EB membakar semangat ribuan peserta yang masing-masing membawa kain tenun untuk dipamerkan di Gedung Glory Hall – Betun – Kabupaten Malaka.

pada kesempatan itu, EB juga mengajak peserta pagelaran ekonomi Kreatif untuk optimis dan menjalankan koperasi ini dengan baik dan ikhlas akan memberikan berkah tersendiri.

“Jangan takut dengan Koperasi Digital Indonesia karena ini bukan hanya di Malaka akan dijalankan di seluruh NTT bahkan di seluruh Indonesia.

Selain itu, Dewan pembina dari Koperasi Ekonomi digital ini yakni Presiden RI Ir.Joko Widodo dan terkait dengan Badan Hukum sah, tegas EB di atas panggung, yang disambut gemuruh tepuk tangan 1000 peserta.

Sementara hasil tenun akan diatur agar pemasarannya jelas dan memiliki nilai jual yang tinggi, Karena pada prinsipnya, di era digital ini harga saing produk yang dijual sudah relative sama dengan harga di daerah-daerah maju, tandas EB.

EB menyinggung bahwa di NTT memang saat ini menjadi gudang koperasi-koperasi. Tapi yang membedakan Koperasi ekonomi digital dengan koperasi lainnya adalah bukan soal simpan uang dan pinjam uang di koperasi. Kalau Koperasi ekonomi digital justru memulai dari apa yang kita punya, contohnya kalau kita punya tenun ya itu yang akan kita jual untuk menghasilkan uang.

Emanuel Bria sebagai salah satu Calon Bupati Malaka Periode 2020-2025 komitmen untuk kembalikan Adat Malaka pada aturannya yang tepat usai menghadiri Pagelaran Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan Koperasi Digital Indonesia dan Yayasan Kroman Malaka. Emanuel Bria yang lebih akrab disapa EB, yang adalah putra asli Malaka dan merupakan keturunan raja Rabasa, meyakini bahwa adat adalah bagian dari hidup yang tidak boleh diabaikan apalagi sampai ditinggalkan. Karena itu setiap kali berkunjung ke Malaka, EB selalu menyempatkan waktu untuk melakukan prosesi adat demi menghargai warisan leluhur yang telah turun-temurun.

Ketua Koperasi ekonomi digital Malaka Venny menjelaskan bahwa Koperasi Digital Indonesia khususnya di Malaka sudah bergerak selama ini dan sudah terbentuk 64 kelompok dimana setiap kelompok berisi 10 orang. Kelompok penenun ini memproduksi kain tenun, kemudian pemasarannya akan diusahakan oleh koperasi secara bersama. Terkait produk, para pembeli produk dari KDI Malaka pun tidak perlu merasa khawatir tentang kualitas produk yang dijual. Pasalnya, tim Koperasi selalu memberikan pengawasan dan pendampingan yang rutin kepada para anggota koperasi”, kata Venny.

Adapun 1000 peserta yang antusias ingin menjadi anggota Koperasi Digital Indonesia datang dari berbagai kecamatan dari 12 jumlah kecamatan di Kabupaten Malaka. Menariknya, masing-masing kecamatan di Malaka ternyata sudah memiliki kelompok Ibu-Ibu penenun, pembuat cinderamata dan oleh-oleh khas Malaka. Khusus tenun, hasil dari kerajinan Ibu-ibu di tiap kecamatan itulah yang dipamerkan sekaligus membalut tubuh 1000 peserta ini saat hadir di acara Pagelaran Ekonomi Kreatif.

Pagelaran ekonomi kreatif untuk pertama kalinya di Kabupaten Malaka ini diselenggarakan atas kerja sama Koperasi Digital Indonesia dengan Yayasan Kroman Malaka. Fridolin Berek, pendiri dan penasehat Yayasan Kroman Malaka menegaskan bahwa kerja sama ini terjadi karena adanya keprihatinan yang sama terhadap perekonomian masyarakat Malaka.

Oleh karena itu, mimpi KDI Malaka dan Yayasan Kroman Malaka ke depan adalah menjadikan kabupaten Malaka sebagai sentra Tenun atau Bursa Tenun Malaka yang kaya akan motif. Sayangnya, acara besar untuk memberi stimulus terhadap pergerakan ekonomi di Kabupaten pemekaran dari Belu ini tidak dihadiri Pemerintahan daerah setempat. Padahal, panitia mengaku telah melayangkan surat undangan kepada pihak pemerintah.

Aleta Baun merupakan salah satu penerima Piagam Penghargaan dari Barack Obama Hadir di Pagelaran Ekonomi Kreatif Malaka dalam materinya mengungkapkan bahwa saya bangga karena peserta kebanyakan hadir yakni perempuan, ini sebuah kekuatan baru untuk memperbaiki ekonomi.

Penerima penghargaan Goldman Environmental Prize menuturkan Tenun Malaka akan maju jika tidak adanya pengrusakan lingkungan hidup. Pasalnya kain tenun yang berkualitas justru diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan alami di lingkungan sekitar. Karena itu saya menghimbau kepada mama-mama, jangan sekali-kali biarkan orang lain kelola kampung kita. Kalau orang merusak alam, kita patut lawan.

Aleta Baun menegaskan untuk berani melawan pihak manapun yang melakukan pengrusakan lingkungan hidup. Karena Malaka tidak hanya harus dijaga tradisi motif kain tenunnya yang kaya tapi juga perlu dijaga lingkungannya.(Red).

Comments
Loading...