Julie Laiskodat Dukung To The Dore: Produksi Minyak Goreng Lokal di Adonara-Flotim

Dibaca 294 kali Reporter : Yurgo Purab verified

Faktahukumntt.com, Flores Timur

LARANTUKA – Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat mendukung produksi minyak goreng lokal yang dilakoni kelompok milenial To The Dore di Desa Mewit, Kecamatan, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Menurut Julie Laiskodat, potensi kalapa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mumpuni harus dimanfaatkan secara optimal, apalagi sekarang masyarakat sedang terhimpit tingginya harga minyak goreng.

“Kita tahu bahwa salah satu keunggulan di NTT itu pohon kepala. Dari ujung atas sampai bawah, semuanya berguna karena bisa menghasilkan uang,” ujarnya, Selasa, 03 Mei 2022.

Baca Juga :  Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Bengkak Hingga 26 T, Kelompok Milenial: Rakyat yang Dirugikan

Dengan hadirnya kelompol milenial inovatif itu, kata dia, menjadi solusi strategis dari kemelut mahalnya harga minyak goreng.

Sementara itu, Ketua kelompok To The Dore, Rahman Tukan Hanafi mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bunda Julie di desanya. Menurutnya, kehadiran Julie Laiskodat mampu memberi spirit untuk kemajuan kelompoknya.

“Terima kasih banyak kepada Bunda Julie Laiskodat yang mau membantu mempromosikan produk lokal Kelompok Tani kami,” ujarnya.

Ia berujar, minyak goreng hasil kelompok To The Door merupakan bagian dari kesadaran masyarakat tentang pemberdayaan potensi lokal.

Baca Juga :  Disnaker Salurkan HOK Padat Karya, di P3A KM24 Kanan, Masyarkat Harapkan Tindak Lanjut

Ia menambahkan, pemberdayaan potensi kelapa bisa mendongkrak perekonomian masyarakat, termasuk jawaban atas masalah harga minyak goreng yang terus melonjak setiap tahunnya.

“Semua produknya berbahan baku kelapa. Jika semua kantor dan hotel menggunakan produk lokal kami, maka secara otomatis kita telah berusaha membantu meningkatkan pendapatan petani kelapa,” katanya.

Selain kemelut minyak goreng, Rahman juga berharap anak muda Flores Timur memanfaatkan kelapa untuk memajukan hakikat masyarakat yang nota bene bermata pencaharian senagai petani komoditi.

“Mari kita rawat identitas diri kita sebagai orang Flotim. Yang nota bene DNA nya kita kebanyakan dari Petani kelapa namun miris, karena sangat jarang orang-orang di daerah ini mau memperjuangkan kembalinya kejayaan kelapa,” tutupnya.

Baca Juga :  Pulihkan Ekonomi Masyarakat Kota Kupang, Walikota Jeriko Minta Dukungan Koperasi 
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment