Kinerja APBN Pada KPPN Larantuka Periode Sampai dengan 30 September 2022

Dibaca 134 kali Reporter : Yurgo Purab verified

Pada bulan September 2022, APBN telah berkinerja dengan baik. APBN sebagai shock absorbers telah bekerja keras untuk mengatasi dampak peningkatan risiko global, antara lain dalam mengendalikan laju inflasi, menjaga daya beli masyarakat, dan menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19

KPPN Larantuka sebagai kantor vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagai kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) di daerah, memiliki tugas dan peran sebagai Treasurer yaitu mengawal dan mendorong percepatan realisasi APBN di daerah Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata, sekaligus memiliki peran sebagai pengelola Fiskal di Daerah dan sebagai representasi Kemenkeu Satu di Daerah.

Berkenaan dengan fungsi dan peran tersebut, KPPN Larantuka, pada Rabu, 12 Oktober 2022 melaksanakan press release perkembangan pelaksanaan APBN dan Transfer ke Daerah yang diikuti oleh satuan kerja.

Press Release ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan APBN dan dampaknya terhadap perekonomian sekaligus mengedukasi masyarakat untuk secara bersama-sama mengawal pelaksanaan APBN yang adalah “UANG KITA”.

Baca Juga :  Gubernur Target 100 BUMDes Unggulan 2019

Data yang disampaikan dalam press release ini adalah data sampai dengan 30 September 2022. Dari sisi pendapatan yang berasal dari sektor perpajakan, sampai dengan September 2022 telah terealisasi sebesar Rp26,12 miliar (11,24%) dari target. Hal ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 (yoy) yaitu sebesar Rp18,89 miliar (7,7%) dari taget (sumber : KPP Pratama Maumere).

Pendapatan dari PNBP, sampai dengan September 2022 terealisasi sebesar Rp5,25 Miliar.

Hal ini mengalami peningkatan cukup baik dibandingkan dengan realisasi tahun 2021 (kurun waktu 1 tahun) sebesar Rp5,84 Miliar. Pendapatan Jasa Pelabuhan merupakan penyumbang terbesar penerimaan PNBP tersebut yaitu sebesar Rp854,3 juta. 

Belanja Negara, sampai dengan bulan September 2022, KPPN Larantuka telah menyalurkan dana APBN sebesar Rp583,035 miliar dari total pagu sebesar Rp909,20 miliar atau 64,13%.

Baca Juga :  Padat Karya, Pemda Nagekeo Kucurkan 7,8 Miliar Dana Covid-19.

Realisasi tersebut terdiri dari realisasi belanja satuan kerja K/L sebesar Rp199,36 miliar (68,58%), dari pagu belanja K/L sebesar Rp.290,5 miliar, dengan rincian belanja pegawai terealisasi sebesar Rp119,18 miliar (73,75%) dari pagu sebesar Rp161,6 miliar, belanja barang terealisasi sebesar Rp64,99 miliar (61,39%) dari pagu sebesar Rp105,87 miliar, dan belanja modal terealisasi sebesar Rp15,18 miliar(65,92%) dari pagu sebesar Rp23,03 miliar.

Transfer ke Daerah dan Dana Desa

Pada tahun 2022, KPPN Larantuka juga telah menyalurkan Dana Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp618,51 miliar yang terdiri dari pagu DAK Fisik, DAK Non Fisik, dan Dana Desa.

Sampai dengan periode 30 September 2022, dari total alokasi pagu penyaluran TKDD sebesar Rp618,51 miliar telah disalurkan sebesar Rp383,67 miliar (62,03%) dengan rincian :

– DAK Fisik, dari pagu sebesar Rp247,35 miliar telah disalurkan sebesar Rp110,33 miliar (44,61%). Realisasi ini mengalami peningkatan dibandingkan realisasi periode yang sama tahun 2021 yaitu sebesar Rp70,77 miliar (32,85%) dari pagu sebesar Rp.215,47 miliar

Baca Juga :  Walikota Kupang Bersama PLT DIRUT BANK NTT Gelar Rapat Persiapan Gerakan Kupang Hijau

– DAK Non Fisik, yang terdiri atas Dana BOS, BOP PAUD, dan BOP Kesetaraan, telah disalurkan sebesar Rp50,60 miliar (66,27%) dari pagu sebesar Rp76,35 miliar

– Dana Desa, telah disalurkan sebesar Rp229,71 miliar (77,92%) dari pagu sebesar Rp294,80 miliar.

Realisasi ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 yaitu sebesar Rp200,99 miliar (65,27%) dari pagu sebesar Rp307,91 miliar.

Dari data dan realisasi tersebut menunjukkan bahwa kerja keras APBN sebagai shock absorber telah menunjukkan kinerjanya dalam rangka menjaga daya beli masyarakat serta menjaga momentum pemulihan perekonomian nasional yang telah berangsur pulih.

APBN adalah ‘UANG KITA’…….Mari kita kawal Bersama !!!

 

 

 

 

 

 

 

 

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment