“Kita tidak boleh terjebak dalam narasi keterbatasan. Dengan hadirnya berbagai program strategis nasional, termasuk Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat, daerah seperti NTT harus bergerak cepat menyiapkan sumber daya manusia unggul. Guru harus menjadi motor penggerak utama pembangunan bangsa,” tegas Prof. Jefri.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi bahwa masa depan pendidikan Indonesia sangat bergantung pada kualitas guru yang dihasilkan oleh LPTK. Karena itu, transformasi pendidikan guru menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam forum tersebut.

Diskusi nasional yang digelar pada hari kedua menghadirkan Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. dr. Ardi Findyartini, Ph.D., yang memaparkan arah kebijakan pendidikan tinggi nasional dalam menghadapi era Society 5.0.

Dalam paparannya, Prof. Ardi menyoroti pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran berbasis deep learning dan deep thinking skills sebagai fondasi pembentukan guru masa depan. Menurutnya, guru tidak lagi cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi harus mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, serta literasi digital yang kuat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.