Kupang, FHC – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 menjadi momentum reflektif bagi berbagai pemangku kepentingan pendidikan untuk menilai kembali kualitas sumber daya manusia, ekosistem pembelajaran, serta arah kebijakan pendidikan di Indonesia. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), momentum ini memperoleh makna khusus melalui pesan mendalam dari Wakil Ketua DPW PAN NTT, Jane Natalia Suryanto, yang menyampaikan harapan agar guru-guru di NTT semakin berdedikasi, sejahtera, dan berperan aktif dalam menciptakan transformasi pendidikan yang berkelanjutan.
Dalam pernyataannya, Jane menegaskan bahwa guru merupakan aktor strategis dalam sistem pendidikan nasional. Ia menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kualitas pendidik, kompetensi profesional, serta kesejahteraan yang memadai.
“Guru adalah fondasi peradaban. Jika guru-guru kita kuat, berdedikasi, dan sejahtera, maka masa depan anak-anak kita juga akan cerah,” ungkapnya dengan penuh empati.
Jane menggambarkan dedikasi guru sebagai modal sosial pendidikan yang tidak ternilai. Dedikasi tersebut tercermin dalam komitmen guru menjalankan fungsi pedagogik, sosial, dan moral di tengah keterbatasan sarana, geografis, dan kondisi sosial-ekonomi wilayah NTT.
