FK – Haji Darwis, Direktur PT Dua Sekawan yang berhasil menyelesaikan proyek Gedung Olah Raga (GOR) Kupang di tengah pandemi Covid-19, menegaskan bahwa proyek ini diselesaikan tanpa melalui tender ulang, melainkan melalui adendum.

Dalam pernyataannya, Haji Darwis menjelaskan bahwa penghentian sementara proyek dilakukan atas permohonannya sendiri dan itu bukan merupakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

“Mengenai penghentian pekerjaan itu berdasarkan permohonan saya, bukan di PHK. Sejauh ini saya tidak pernah menerima surat PHK, jadi tidak ada kata PHK,” tegas Haji Darwis.

Haji Darwis menegaskan bahwa jika sebuah proyek dihentikan karena PHK, seharusnya ada aturan dan tahapan proses yang harus dilalui.

Dalam kasus ini, proyek GOR Kupang tidak pernah mangkrak atau terbengkalai. “Kalau dibilang PHK kan ada aturannya, ada proses tahapannya. Mungkin saya tidak bekerja, pekerjaan terbengkalai atau mangkrak dan sebagainya. Ini kan pekerjaannya selesai 100%,” tambahnya.

HD menjelaskan penundaan proyek ini terjadi karena situasi pandemi Covid-19 yang mengakibatkan ketakutan di kalangan pekerja. “Para pekerja takut terpapar Covid-19 dan mereka tidak mau bekerja karena itu saya mengajukan permohonan agar pekerjaan proyek GOR  dihentikan sementara waktu”, tutur HD.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.