Informasi Terupdate Hari Ini

Razia Polisi di Coffee Coklat, Kabupaten Nagekeo Menuai Polemik

0 101

NAGEKEO (faktahukumntt.com), Satuan Kepolisian Sektor Aesesa mengamankan 12 orang pekerja wanita tempat hiburan malam pada Rabu, (25/07/2018).

12 wanita yang diamankan Polisi Sektor Aesesa itu merupakan pekerja di tempat hiburan malam, Coffee Coklat, Malaruma, Kelurahan Lape Kabupaten Nagekeo. Pemeriksaan identitas pekerja dan ijin tempat usaha serta penggunaan Narkoba dan senjata tajam menjadi alasan Polisi menggrebek tempat itu.

Upaya penertiban tempat hiburan pada Rabu itu menuai polemik. Polisi Aesesa dinilai terlalu dramatis dalam menangkap dan mengamankan pekerja ditempat hiburan. Mulai dari mengabaikan prosedur tetap penangkapan hingga melangkahi tugas Polisi Pamong Praja Kabupaten Nagekeo. Tak hanya itu, razia tunggal Polsek Aesesa juga ikut memperburuk suhu pertumbuhan ekonomi usaha khusus usaha hiburan malam di Nagekeo, kata Kasat Intel Polres Ngada, Iptu Sarvulus Tegu.

Iptu Sarvulus juga menyayangkan adanya pemberitaan salah satu media massa Online yang menyebut kalau dirinya tak terima dengan penangkapan para pekerja wanita ditempat hiburan itu tanpa adanya konfirmasi. Menurut Sarvulus, Polsek Aesesa seharusnya lebih mengutamakan SOP Kepolisian demi menjaga citra baik lembaga Kepolisian di mata publik.

Atas polemik itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nagekeo, Elias Tae, angkat bicara. Kepada Wartawan Fakta Hukum Indonesia, dia menyayangkan sikap Polisi Sektor Aesesa yang merazia Identitas pekerja dan ijin tempat usaha tanpa melibatkan satuannya. Menurut Elias, untuk melakukan penindakan terhadap tempat dan ijin usaha serta identitas pekerja, pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi – instansi terkait serta pengelolah usaha. Tahap peringatan lisan, tahap peringatan tertulis selalu dikedepankan dalam pemeriksaan. Bila kedua tahap tersebut diabaikan maka Satuan Polisi Pamong Praja akan segera mengambil sikap tegas.

Terkait ijin usaha dan Identitas pekerja, Elias melanjutkan bahwa semua ijin tempat usaha hiburan malam di Kabupaten Nagekeo sedang dalam proses.

Yang disampaikan Elias Tae jelas sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Satuan Kepolisian Sektor Aesesa dalam penggerebekan pada Rabu malam lalu. Alih-alih memeriksa penggunaan Narkoba dan Penggunaan senjata tanjam, 12 pekerja wanita di Coffee Coklat, langsung digelandang ke Mapolsek Aesesa. Pemeriksaan identitas pekerja dan surat ijin tempat usaha tanpa melibatkan pengelolah usaha juga dinilai salah kaprah. Dalam operasi itu, para pekerja hanya diperiksa tentang identitas.

“tidak ada test urine, hanya periksa identitas. Setelah itu kami pulang, tetapi dua teman saya ditahan disana. Mereka mengaku disuruh beli minum dan diajak pergi ke Hotel Pepita ” uangkap salah satu pekerja wanita yang meminta identitasnya dirahasiakan.(Patria)

Comments
Loading...