fbpx
Informasi Terupdate Hari Ini

Anggota DPRD Nagekeo “WS” Dilaporkan Ke Polres Nagekeo

2.620

Faktahukumntt.com – NAGEKEO,
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nagekeo fraksi Gerinda Dapil Boawae, berinisial “WS” dan dua orang lainya, yakni “TE” dan “MM” dilaporkan ke Polres Nagekeo oleh Meus Bai Tua (79) pada, Rabu (28/10/2020).

“WS” dipolisikan karena diduga menjadi dalang penyerobotan Lahan, pengrusakan dan penjarahan terhadap Meus Bai Tua dan keluarganya, yang dilakukan oleh “TE” dan “MM” beserta keluarga, yang terjadi di wilayah administrasi desa Wolowae Kecamatan Boawae, kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengaduan Meus Bai Tua ke kantor Polres Nagekeo didampingi kuasa hukumnya Mbulang Lukas, SH dan Hendrikkus D. Dhenga, SH, Advokat Magang di Lembaga Bantua Hukum (LBH) Nurani.

Laporan diterima oleh pihak Polres Nagekeo, atas nama Eko Mardianto yang dibuktikan dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/94/X/2020/NTT/Res Nagekeo, yang dikantongi pelopor.

Kepada pihak kepolisian pelapor menerangkan bahwa pada hari kamis, tanggal 22 oktober 2020, sekitar jam 10.00 wita, para terlapor bersama teman-temannya, telah memasuki lokasi kebun milik pelapor (Teus Bai) dan melakukan pengrusakan tanaman dengan cara menebang, dan selanjutnya menjarah hewan peliharaan pelapor seperti babi, kambing, ayam, serta kemiri sebanyak dua karung tanpa ijin dari pelapor sebagai pemilik.

Selanjutnya para terlapor juga melakukan ancaman, terhadap pelapor, dan keluarganya dengan kata-kata melarang, pelapor dan keluarga melakukan aktivitas serta melarang pelopor tinggal dirumah yang berada diatas lahan perkebunan tersebut, jika tidak mengikuti ancaman tersebut, pelapor dan keluarga akan dibunuh.

Mbulang Lukas, SH, selaku kuasa hukum yang mendampingi pelapor, dalam memberikan laporan resmi di Mapolres Nagekeo, kepada media faktahukumntt.com mengemukakan bahwa, Terlapor dipolisikan kerena telah melakukan tindakan melawan hukum yakni, penyerobotan, pengrusakan, Pengancaman dan penjarahan hasil kebun milik kliennya, Meus Bai Tua.

Pelapor dinilai telah melakukan kejahatan kemanusiaan bergaya premanisme yang menyebabkan kerugian terhadap kliennya.

Atas tindakan tersebut beliau menilai bahwa terlapor dapat dituntut dengan ketentuan Undangan-undang hukum pidana, pasal 363 dan 368, dengan ancaman kurang penjara kurang lebih 3 sampai 5 tahun.

Sebagai kuasa hukum, Mbulang Lukas berharap agar Polres Nagekeo dapat menyikapi dan menindak lanjuti persoalan tersebut sesuai prosedur hukum demi tegaknya hukum di bumi Nagekeo.

Sementara itu “WS” ketika dikonfirmasi media faktahukumntt.com via telepon seluler menjelaskan persoalan antara dirinya dan Meus Bai hanya terpaut tapal batas yang mana persoalan tersebut sudah diselesaikan di lembaga Desa.

Terkait tuduhan tersebut ia menerangkan bahwa, yang melakukan tindakan pengerusakan seperti yang diadukan pelapor adalah pihak lain dari suku yang berbeda dengan dirinya.

“Kalau soal pengerusakan itu bukan saya, saya rasa saya tidak mungkin, masalah dengan saya kemarin selesai, sudah urus di desa soal tapal batas. Kalau soal penyerobotan itu, dengan pihak lain lagi, dengan suku lain, bukan saya” ungkap “WS” Via telepon seluler, rabu (28/20/2020).

Ia beranggapan bahwa persoalan tersebut tidak sesuai fakta-fakta yang sebenarnya terjadi. Terkait hal tersebut ia mengaku tidak ada keterlibatan dirinya dan keluaga-keluarganya.

 

Comments
Loading...