Informasi Terupdate Hari Ini

Ada Geliat Maksiat di Tanah Pemda Nagekeo

0 219

NAGEKEO (faktahukumntt.com), Mendengar kalimat Pekerja Seks Komersial (PSK), mungkin yang terbayang dalam pikiran kita adalah sosok seorang wanita cantik berkulit mulus, modis, bertutur halus dan merayu manja dan berpenampilan modis bagai model.

Namun, itu tidak untuk para PSK di Mbay. Investigasi pada rabu, 01/08/2018,kemarin misalnya, Wartawan Fakta Hukum Indonesia menemukan sejumlah fakta aneh terkait geliat praktek esek-esek diwilayah ibukota Kabupaten Nagekeo. Selain berpenampilan urak-urakan, tarif prostitusi ditempat itu juga tergolong mahal. Pada umumnya, mereka mematok tarif 350 – 450 ribu untuk sekali kencan. Pelaku prostitusi ditanah milik Pemerintah Kabupaten Nagekeo itu didominasi oleh para wanita tua dengan tubuh gemuk dan badan berbau pesing.
Mereka juga bersedia digilir asal mau membayar lebih.

Tempat prostitusi itu berlokasi di Rumah milik Markus Usu, jalan Soekarno – Hatta, samping Jembatan Guru Aga, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo. Markus Usu yang sejak lama mendiami tanah itu, diam-diam menyewanya kepada para PSK untuk dijadikan tempat pelacuran.

Geliat ditempat maksiat itu memang sangat mudah teredus. Para PSK biasanya mangkal disekitar area prostitusi. Mereka juga pandai mengenali para lelaki yang menginginkan jasa mereka. PSK dilokasi itu menyebut, layanan terhadap laki-laki hidung belang hanya dilakukan pada siang hari. Selain menggunakan kamar kost, praktek prostitusi ditempat itu juga terpantau jauh dari kata sehat.

“satu kali main 350 ribu kakak, kalau mereka kakak mau main sama-sama saya potong 100ribu, biar bayar cukup 600ribu saja,” ungkap salah satu PSK yang tak diketahui identitasnya.(Patria)

Comments
Loading...