fbpx
Informasi Terupdate Hari Ini

Polres Sumba Barat Bermain Mata Dengan DPO

0 259

FHI-NTT, Diduga Permainan antara Kapolres Sumba Barat dan 4 (empat) DPO yang sampai dengan saat ini di biarkan berkeliaran namun telah di tetapkan menjadi tersangka, sedangkan 4 (empat) orang lainnya sudah di kurung oleh pengadilan tinggi kupang dengan kurungan badan masing-masing 15 tahun penjara.

Kasus pembunuhan pasangan suami istri yang terjadi di Desa Cendana kampung Walutana, Kecamatan Mamboro, Kab-Sumba Tengah-NTT pada tanggal, 08 Mei 2014 atas nama Alm. Petrus Doli Umbu Lodong dan istrinya Adriana Dada Gole yang di tangani oleh penyidik Polres Sumba Barat Sektor Mamboro Kanit Reskrim Brigpol Sifrid Natonis, berdasarkan BAP laporan Polisi Nomor : LP/PID/V/2014/RES SUMBA BARAT/SEKTOR MAMBORO,pada tanggal, 09 Mei 2014 dengan nama-nama tersangka sebagai berikut : Ferdinandus Tena Mbolo Als Ferdi, Bili Sida Als Umbu Sida Als Bapak Umbu, Bula Ubu Rei Als Ubu Rei, Siwa Jurmana Als Bapak Eman, Andreas Ngila Bili Als Ama Riu Als Ngila Ama Riwu, (DPO), Lukas Lepa Baiyo Als Bapak Isda (DPO), Anderas Talo Pige Als Bapak Yeni (DPO),Yohanis Ana Gasa Als Ama Reta (DPO).

“Setelah diketahui secara jelas keterkaitan para DPO yang dimaksud dalam perkara tersebut, kami keluarga belum melakukan upaya pengaduan, sebab kami berpikir hal ini adalah kewenangan penyidik dan kemungkinan mereka akan diproses menyusul setelah 4 (empat) tersangka di putuskan, namun sampai dengan saat ini kami melihat ada kejanggalan sebab empat tersangka yang sudah ditetapkan oleh pihak polres masih berkeliaran di kampung halaman kami”, ungkap Eman (Kuasa Hukum).

Saat ditemui oleh tim FHI, Keluarga korban menuturkan kepada awak FHI bahwa sangat disayangkan tersangka yang di tetapkan sebanyak 8 (delapan) orang namun dipenjarakan hanya 4 (empat) orang, sedangkan 4 (empat) tersangka lainya dibiarkan berkeliaran dan tidak ada tindak lanjut dari pihak polres sehingga kami mencurigai adanya permainan di pihak polres Sumbar Barat, Provinsi NTT dengan DPO, alasan ini diungkapkan karena tersangka sampai dengan hari ini masih berkeliaran di kampung.

Harapan kami agar ke empat tersangka segera diproses seperti empat tersangka lainnya supaya dapat membuktikan secepatnya keterkaitan mereka dalam persidangan nanti, karena berdasarkan keterangan empat tersangka yang sudah di kurung dan beradasarkan hasil BAP polisi, masih saling berkaitan dimana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) 2 (dua) orang DPO, Lukas Lepa Baiyo Als Bapak Isda dan Anderas Talo Pige Als Bapak Yeni memiliki keterkaitan secara jelas dengan terdakwa Siwa Jurumana karena peran mereka sama, selaku orang yang merekomendasikan pembunuhan terhadap dua pasangan tersebut. keinginan keluarga agar mereka secepatnya diperiksa dalam persidangan nanti agar dapat membuktikan bahwa benar Siwa Jurumana menyuruh pelaku lain untuk melakukan pembunuhan sebagaimana yang telah di dakwakan oleh JPU yang telah di putus oleh hakim bahwa Siwa Jurmana di vonis selaku actor intelektual dalam kasus ini, untuk membuktikan kesalahan dari terdakawa DPO, Lukas Lepa Baiyo Als Bapak Isda dan Anderas Talo Pige Als Bapak Yeni diminta agar secepatnya mereka di proses supaya dapat mempertangungjawabkan perbuatan yang telah di lakukan sehingga orang lain tidak menjadi korban dari ke dua DPO tersebut.

Ada pun kejanggalan lain yang ditemukan dalam BAP Polisi membenarkan bahwa terdakwa Siwa Jurmana tidak menandatangani BAP Polisi serta kesimpulan penyidik dalam BAP berupa foto hasil rekontruksi justru DPO, Lukas Lepa Baiyo Als Bapak Isda dan Anderas Talo Pige Als Bapak Yeni yang mendatangi rumah Siwa Jurmana untuk menyuruh adiknya melakukan pembunuhan terhadap kedua pasangan tersebut, dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa actor intelektual dibalik kasus ini adalah kedua DPO sedang Siwa Jurmana tidak menghendaki kejadian tersebut. menjadi pertanyaan dari keluarga mengapa saat rekontrukusi yang di laksanakan di tingkat polres tidak diperankan langsung oleh tersangka namun diganti peranannya oleh orang lain yang telah disiapkan oleh polres sendiri dan yang anehnya lagi kedua DPO hadir di tempat rekontruksi tapi tidak di apa-apakan oleh pihak kepolisian namun kehadiran meraka sebagai penonton saja.

Terhadap terdakwa Ferdinadus Tene Bolo sebagai pelaku utama dan Andreas Ngila Bili als Ama Riu Als Ngilla Ama sebagai DPO dalam dakwaan jaksa mereka disuruh oleh Siwa Jurmana dan (DPO Lukas Lepa Baiyo Als Bapak Isda dan Anderas Talo Pige Als Bapak Yeni) menjanjikan uang sebanyak Rp.5.000.000, dan 1 ekor babi untuk membunuh pasangan tersebut. KepadaTim FHI keluarga menyatakan bahwa pada saat mereka mengikuti persidangan dan menunggu putusan pengadilan ke empat DPO tersebut belum di apa-apakan, dan pada tanggal 20 Mei 2015 keluarga bersurat ke Kapolres Sumba Barat perihal Permohonan Pemeriksaan atau Penangkapan DPO. “saat itu kami 5 (lima) orang dipanggil berdasarkan surat perintah penyidikan baru, hari dan tanggalnya kami lupa, kami diminta untuk menjadi saksi untuk para DPO namun kami menolaknya dengan alasan kami tidak tau kejadian dan pelakunya, yang kami tanyakan berdasarkan BAP polisi dan putusan pengadilan dan jawaban dari kanit kepada kami hanya menjalankan tugas saja, kembali kami bertanya melalui surat yang kedua dengan perihal Keluhan dan pada tanggal 18 Juni 2015 sampai dengan bulan maret tahun 2016 belum ada jawabannya juga, namun tidak berhenti sampai disitu saja. Pada tanggal.26 Maret 2016 Eman Jurmana melakukan pengaduan kepada Polda Nusa Tenggara Timur dengan perihal Keluhan serta melampirkan surat-surat pengaduan pada tahun-tahun sebelumnya dan pada saat itu juga saya mendapatkan tanggapan oleh Wasidik Reskrimum Polda yang pada intinya dari pihak polda akan berkoordinasi dengan polres Sumba Barat dan selanjutnya pada bulan Juni 2016 saya dan 2 orang saudara mendatangi polres Sumba Barat untuk menayakan hal yang sama kepada Kapolres dan ada hal yang mengejutkan saat Kapolres memberikan statement bahwa kesalahan pada penyidik lama dan akan gelar ulang perkara dan yang pasti ini susah juga tandasnya ”. Pada tanggal, 09 Januari 2017, Saingo Nono, Steven Dongu, Ngilla Malinggra, Sebu Kala keluarga dari terdakwa mendatangi Polres Sumba Barat sektor Mamboro untuk mempertanyakan ke empat DPO yang belum di tahan.

Saat mereka menjumpai Wakapolres ia memberikan alasan bahwa tidak mengetahui persis kejadian tersebut dan diarahkan ke Kasi Pidum. Dalam diskusi bersama dengan Kasi Pidum mereka memperoleh jawaban bahwa pihak Kepolisian sedang mendalami ulang BAP sehingga para DPO tidak bisa kabur. dalam kesempatan tersebut Kasi Pidum menyampaikan permohonan maaf Kapolres ke Pak Eman Jurmana kalau kasus ini adalah kesalahan penyidik yang lama tandasnya. Dan saat itu juga keluarga Saiongo Nono berpesan bahwa tidak menginginkan hal lain yang tidak di harapkan lagi,” pak kami sudah punya niat baik tapi bila hal ini tidak terselesaikan dengan benar maka pasti akan terjadi lagi hal yang lebih buruk bila niat baik kami tidak di dengar ”.(VerKat/Tim)

Comments
Loading...