Swipe up untuk membaca artikel
Endapkan Jatah Tenaga Medis, Kapus Danga akui Manipulasi Tanda Tangan - Indeks Berita Informasi Terupdate Hari Ini
Informasi Terupdate Hari Ini

Endapkan Jatah Tenaga Medis, Kapus Danga akui Manipulasi Tanda Tangan

0 168

Nagekeo (faktahukumntt.com), Pengelolaan dana non-kapitasi di Puskesmas Danga disinyalir bermasalah. Dana tersebut seharusnya telah disalurkan ke setiap tenaga medis sebagai jasa pelayanan (klaim) atas tugas dokter, seperti yang telah ter maktub didalam Peraturan Menteri Kesehatan No.52/2016.

Laporan penyelewengan dana kapitasi di Puskesmas Danga mencuat setelah adanya aduan dari seorang petugas di Puskesmas Pembantu di kecamatan Aesesa, pada Rabu, (04/08). Wanita yang merahasiakan identitasnya itu menyebut, selama dua tahun, dia dan rekan sesama petugas terus di Intimidasi oleh kepala Puskesmas Danga, Claudia Pau. Mulai dari pemangkasan tunjangan, merampas jatah non- kapitasi, melakukan pungutan liar dari pasien hingga Intimidasi berupa ancaman pemecatan.

” angkanya bisa mencapai Rp. 500 juta Pak. kami tidak bisa melawan saat itu, Pak kan tahu, itu ibu siapa? Kan suaminya ajudannya Bupati. Mau melawan atau kena mutasi? ”

Kepala Puskesmas Danga, Claudia Pau, rupanya menyadari hal itu. Penyelewengan anggaran dana non-kapitasi diakuinya dalam wawancara dengan Wartawan Fakta Hukum Indonesia, Jumad (10/08). Dia mengakui bahwa dia dan sesama rekannya di Puskesmas Danga secara sengaja telah melakukan memanipulasi tanda tangan petugas kesehatan. Itu dilakukan agar laporan keuangan dana non-kapitasi bisa lolos dalam Laporan Pertanggung jawaban (LPj), akunya.

Kejujuran informasi yang disampaikan oleh kepala Puskesmas itu memang perlu diapresiasi. Informasi yang disampaikannya tentu akan menjadi petunjuk bagi lembaga penegak hukum untuk mencari sumber dana lain yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Selama hampir tiga tahun, Puskesmas Danga melakukan sejumlah pungutan seperti uang jasa sopir ambulance, uang rokok sopir ambulance dan uang solar mobil Ambulans. Keuangan itu dipangkas per pasien sebesar Rp.300- 500 ribu untuk sekali rujuk sehingg perlu dicari kemana alirannya. (Patriot)

Comments
Loading...