fbpx
Informasi Terupdate Hari Ini

Aliran Dana Jampersal ke Kepala Puskesmas Danga mencurigakan

0 141

Nagekeo (faktahukumntt.com), Dugaan penyalahgunaan keuangan kembali terjadi di Puskesmas Danga. Kali ini menyasar pada anggaran Jaminan persalinan atau Jampersal. Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik itu diketahui telah diserahkan ke kepala Puskesmas Danga oleh bendahara Jampersal, Anna Sri Jomanti Muwa (Anna), dengan alasan dipinjam pakai, namun perincian penggunanya tidak disebutkan dengan alasan urusan internal.

Dugaan penyalahgunaan keuangan itu diketahui dari penjelasan Anna, senin (20/08), terkait penggunaan dana Jampersal. Dalam penjelasan itu terungkap, bahwa dirinya telah menyerahkan sejumlah uang dari kas anggaran Jampersal kepada Kepala Puskesmas Danga melalui bendahara Dana Alokasi Umum (DAU), Dominika Mogi.

Menurutnya, transaksi keuangan terakhir dana Jampersal dari Dinas Kesehatan ke rekening bendahara Jampersal Puskesmas Danga terjadi pada tanggal 7 Agustus 2018 yakni sebesar Rp.52 juta, namun, Anna enggan menyebut total uang yang telah diserahkan Kepala Puskesmas Danga dengan alasan urusan internal.

“yang tahu penggunaan anggaran ini hanya saya dan ibu Kapus ” ungkapnya.

Terkait jenis anggaran Jampersal yang telah disalurkan, Anna menjelaskan, dana Jampersal yang diserahkan kepada Claudia Pau, merupakan dana yang diambil dari pos pembelanjaan yang tidak emergency alias kurang darurat sehingga tidak akan berdampak pada terganggunya pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Penjelasan bendahara Jampersal Puskesmas Danga itu jelas sangat berbeda dengan Penjelasan kepala dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, drg. Ellya Dewi, MPH. Ditemui wartawan Fakta Hukum Indonesia (20/08), dokter Ellya menjelaskan pentingnya manfaat penggunaan anggaran Jampersal ditengah rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga, dia sangat berharap penggunaan anggaran Jampersal lebih terpusat dalam merealisasikan program dan kegiatan menekan angka kematian ibu dan bayi yang menurutnya masih tergolong tinggi.

“dana kita kecil, sementara kasus kematian ibu dan bayi masih tergolong tinggi, jadi khusus untuk menanggulangi kematian ibu dan bayi ini diperlukan anggaran (resource) sehingga dengan anggaran yang terbatas itu kita lebih terfokus pada program dan kegiatan dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi ” kata dokter Ellya.

Menurut Ellya, anggaran Jampersal di Kabupaten Nagekeo bersumber dari Dana Alokasi Khusus non fisik bidang kesehatan yang dialokasikan oleh pemerintah pusat untuk membantu pemerintah daerah dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi dalam proses persalinan.

Untuk itu, dia sangat berharap dengan dana tersebut petugas kesehatan lebih benar-benar fokus pada kegiatan ibu hamil dan proses persalian sehingga angka kematian ibu dan bayi bisa menurun. (patriOT)

Comments
Loading...