fbpx
Informasi Terupdate Hari Ini

Diduga Tanah Milik Isac Saba’at Dirampas dan Dibangun Perumahan Pondok Indah Matani

0 211


Kupang (faktahukumntt.com.) Perampasan, Penipuan dan penggelapan tanah yang dilakukan oleh Esau O. Naimuni dan Drs, Andreas Sinyo Langodai, terhadap tanah milik Isac Saba’at, dengan melakukan perpindahan wilayah dari RT.01/RW.01 ke RT.04 dan RT.05/RW.01 Desa Oelanasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang yang kemudian dibangun Perumahan Pondok Indah Matani.

Kepada Tim Invenstigasi Fakta Hukum Indonesia (05/09/18)., Yance Thobias Mesak, SH, menjelaskan bahwa, Selaku kuasa hukum atas nama Hermannuel Y. Saba’at, ahli waris dari Isac Saba’at berdasarkan surat kuasa khusus tamggal 28 Mei 2018 telah menyurati Yermias Nuban selaku Kepala Desa Oelnasi periode 1990/2000, dengan perihal Mohon penjelasan tertulis terkait kasus ini.

Yance, mengatakan isi dari surat tersebut adalah meminta kepada Yermias Nuban, mengklarifikasi secara tertulis tentang surat peryataan jual beli tanah tanggal, 31 Desember 1999, antara, Esau O. Naimanu (penjual) dan  Drs. A. Sinyo Langoday, selaku pembeli yang diketahui oleh saudara Yermias, Kepala Desa Olnasi pada tahun 1999,.

Lanjut Yance, lokasi tanah yang menjadi objek jual beli antara Esau O. Naimanu dan Drs. A. Sinyo Langoday terletak di RT.01, RW.01 Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Namun surat tersebut dijadikan dasar untuk “merampas, menipu dan menggelapkan tanah milik Isac Saba’at” yang terletak di RT.04 dan RT.05 RW.01 Desa Oelnasi, kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Oleh karena itu maka tindakan memindahkan lokasi tanah sebagai objek jual beli antara Esau  dan  Drs. A. Sinyo Langoday, selaku pembeli yang semula terletak di RT.01 RW.01 dan kemudian dipindahkan ke RT.04 dan RT.05 adalah dikategorikan sebagai tindakan melawan hukum yaitu “perampasan, penggelapan dan penipuan”  terhadap tanah warisan milik Isac Saba’at (Herman Saba’at), sebab pemindahan tersebut menimbulkan kerugian bagi ahli waris selaku pemilik tanah di RT.04 dan RT.05.

Yance, juga membeberkan surat klarifikasi dari Yermias, mantan Kepala Desa Oelnasi, tahun 1999. Telah melakukan Klarifikasi terhadap surat saudara Hermanuel Saba’at tanggal 04 Juni 2018, bahwa saya menganggap surat tersebut tidak dapat dijadikan sebagai dasar kepemilikan.

Isi surat tersebut menjelaskan bahwa Yermias, selaku Kepala Desa Oelnasi, pada tahun 1999, yang ikut menegetahui surat peryataan jual beli tanah antara Esau dan  Sinyo, selaku pembeli terhadap sebidang tanah seluas + 163.525 m2 yang terletak di  RT.01 RW.01 Desa Oelnasi, tertanggal, 31 Desember 1999 tersebut, maka penjelasan selaku kepala Desa sebagai berikut.

Kronologis jual beli tanah antara Esau O. Naimanu dan Drs. Andreas Sinyo Langoday terindikasih penipuan dan penggelapan sebagaimana yang diungkapkan oleh mantan Kepala Desa Oelnasi, Yeremias Nale antara lain;

  1. Bahwa saya menganggap surat tersebut tidak dapat dijadikan sebagai dasar kepemilikan untuk mengambil tanah milik Isak Saba’at oleh saudara Drs.Andreas Sinyo Langoday, karena saya selaku Kepala Desa pada waktu itu merasa di tipu oleh Drs. Andreas Sinyo Langoday untuk menandatangani surat tersebut, karena pada malam tanggal, 31 Desember 1999 Drs. Andreas Sinyo Langoday bersama isteri mendatangi saya dirumah untuk meminta menandatangi surat tersebut dan saya menolak karena saya belum melihat lokasi tanah yang mau dijual antara Esau O. Naimanu dan Drs.Andreas Sinyo Langoday.
  2. Namun saudara Drs. Andreas Sinyo Langoday meyakinkan saya bahwa antara Esau O. Naimanu dan Drs. Andreas Sinyo Langoday, bersama Kepala Urusan dan Ketua RT.01 sudah memeriksa lokasi tanah tersebut tadi pagi 31/12/1999. Sehingga saya menandatangani surat tersebut.
  3. Ketika tanggal 01 Januari 2000 Kepala Urusan datang kerumah saya, ucapkan selamat Natal dan Tahun Baru dan saya tanyakan kebenaran pemeriksaan lokasi tanah, teryata Kepala Urusan menyatakan bahwa sejak pagi tanggal 31 Desember 1999, Kepala Urusan bersama RT.01 menunggu Drs. Andreas Sinyo Langoday dan Esau O. Naimanu untuk memeriksa lokasi tanah yang dimaksud dalam surat peryataan jual beli tersebut. Namun sampai sore Drs. Andreas Sinyo Langoday dan Esau O. Naimanu tidak kunjung datang, sehingga tidak jadi periksa lokasi tanah tersebut.
  4. Sementara ketika Drs. Andreas Sinyo Langoday meminta tanda tangan Zakarias Tosi dan ketua RT.01, Drs. Andreas Sinyo Langoday menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kepala Desa sudah memeriksa lokasi tersebut sehingga Zakarias Tosi dan Ketua RT.01 juga ikut menandatangai surat tersebut sebagai saksi. Oleh karena kami merasa telah ditipu oleh Drs. Andreas Sinyo Langoday dan Esau O. Naimanu ketika menandatangani surat peryataan jual beli tanggal 31 Desmber 1999 tersebut. Dan saya merasa aneh kalau lokasi tanah jaual beli tersebut terletak di RT.01 namun surat tersebut dijadikan dasar untuk mencaplok tanah milik Isak Saba’at di RT.04 dan RT.05.
  5. Bahwa mengenai pemindahan lokasi tanah sebagai objek jual beli antara Esau O. Naimanu dan Drs. Andreas Sinyo Langoday awalnya terletak di RT.01 RW.01 pindah ke RT.04 dan RT.05 adalah bukan kewenangan saya untuk menjelaskan hal tersebut, dan itu merupakan kewenangan Esau O. Naimanu dan Drs. Andreas Sinyo Langoday yang menjelaskan.
  6. Bahwa mengenai menggunakan surat terebut untuk menipu, merampas dan menggelapkan tanah milik keluarga Saba’at, itu bukan tanggung jawab saya dan itu merupakan tanggung jawab Drs. Andreas Sinyo Langoday yang menggunakan surat tersebut untuk merampas tanah keluaraga Saba’at.
  7. Bahwa memang benar tanah yang sekarang dijadikan lokasi pembangunan Perumahan Pondok Indah Matani merupakan milik Isak Saba’at karena pada tanggal 24 Juni 1995. Telah terjadi penetapan batas-batas tanah milik Isak Saba’at turut hadir saya selaku Kepala Desa Oelnasi, Camat Kupang Timur dan tokoh-tokoh masyarakat Desa Oelnasi termasuk Esau Naimanu sendiri dan hal tersebut tertuang dalam berita acara tersebut dan saya akan buktikan apabila dimintakan oleh Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan.

Dan hal ini perlu diketahui bahwa pada Tanggal 03 Juli 1995 pernah terjadi penyelesaian perdamaian antara Keluarga Naimanu yaitu “Cristofel Naimanu dan Esau O Naimanu” dengan Keluarga Saba’at “Isac Saba’at”. yang disaksikan dan ditandatangani oleh 27 tokoh masayarakat, Yermias Nuban sebagai Kepala Desa Oelnasi, Rudy Paah.SH sebagai Sekwilcam Kupang Tengah, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kupang, Drs. Diki S. M. PLT dan Kepala Desa Tarus, Daniel Lami Rohi mengetahui Camat Kupang Tengah. Drs. S. L. Lasiko.

Isi dari surat perdamain tersebut adalah sebagai berikut Pihak I dan II telah sepakat untuk berdamai secara adat atas sengketa tanah yang terletak di Matani, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Dengan syarat-syarat sebagai berikut: bidang-bidang tanah yang sudah dijual oleh pihak II yaitu Isak Saba’at, tidak dipermasalahkan oleh pihak I yaitu, Cristofel Naimanu dan Esau O Naimanu. Sisa tanah masih kosong dibagi sama rata antara pihak I dan II. Pembagian tanah dimaksud dilaksakan dihadapan Camat Kupang tengah yang disetujui oleh pihak I dan II.

Dan selang 1 bulan kemudian tepatnya tanggal 24 Juni 1995 antara Pihak I dan II melakukan peryataan bersama peneyelesaian antara, “Cristofel Naimanu, Esau O.Naimanu dan Isak Saba’at”. Dengan isi peryataan sebagai berikut; Pihak I dan II bersepakat untuk mengatur-membagi tanah yang masih tersisa. Tanah-tanah yang masih sisa diatur dibagi sama rata. Tanah yang sudah dijual oleh pihak I tidak digugat oleh Pihak II (diserahkan sepenuhnya ke kepada pihak I). musyawarah ini atas dasar musyawarah mufakat dari pihak I dan II yang diadakan dengan tidak adanya paksaan dari siapa pun.

Namun akhir dari surat peryataan tersebut mengatakan bahwa; apabila dikemudian hari dari kami pihak I dan II menggugat atau mencabut kembali putusan ini, maka kami bersedia dituntut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kata Yance. Tim Investigasi

Comments
Loading...