Swipe up untuk membaca artikel
PLT. DIREKTUR PDAM KABUPATEN KUPANG ENGGAN DITEMUI, PDAM INGKAR JANJI - Indeks Berita Informasi Terupdate Hari Ini
Informasi Terupdate Hari Ini

PLT. DIREKTUR PDAM KABUPATEN KUPANG ENGGAN DITEMUI, PDAM INGKAR JANJI

0 126

Kupang,(faktahukumntt.com).Plt.Direktur PDAM Kabupaten Kupang, Yoce E. Dethan, S.E. saat didatangi wartawan untuk mengkalrifikasi tentang pembayaran penggunaan air  di Oe Naek Camplong, dengan sejumlah uang yang telah di janjikan kepada pemilik air sebesar Rp.25.000.000, kini di klaim oleh pemilik air yang atas nama, Ester Bait hingga saat ini belum dibayar.

Namun saat mau dijumpai di Kantor PDAM yang beralamat di Oepura kota Kupang pada, 04/09/18, Yoce, enggan di jumpai dengan alasan ada tamu sehingga mengarahkan wartawan bertemu dengan Plt. Kabag Teknik Tris Talahatu.

Dalam perbincangannya dengan awak media, Tris mengatakan bahwa  Air yang digunakan oleh PDAM Kabupaten Kupang semenjak tahun 2006 dan air tersebut di kerjakan oleh Dinas PU Kabupaten Kupang, sedang dirinya tidak mengetahui bagaimana perjanjian antara pemilik air dengan pemerintah.

“Saat ditanya mengenai kesepakatan antara ke 2 belah pihak, jelas Tris pihaknya tidak tahu menahu sama sekali”.

Ia mengelak bahwa dirinya pada waktu itu belum bergabung dengan PDAM.

“Pada waktu itu saya belum disini jadi saya tidak tahu” kata Tris.

Ketika ditanya mengenai janji PDAM untuk menerima anaknya ntuk bekerja sebagai pegawai PDAM dan sebagai kompisasi kepada pemilik air namun anak dari pemilik air tidak diterima, walaupun telah berulang kali pihaknya telah memasukkan surat lamaran.”soal kesepakatan itu saya juga tidak tahu, biasa kalau ada kesepakatan harus di atas meterai”.

… mengenai kontribusi dari PDAM kepada pemilik air sejauh ini seperti apa? Kata Tris, “kalau kita awalnya PU yang bangun, negosiasi sampai dapat dana itu PU, PU punya tupoksi ya? Kalau PU mengakomodir atau meneruskan ke PDAM untuk anaknya bekerja, Ibu (pemilik air) harus mengajukan semacam permohonan begitu menurut saya ya, sehingga ada kekuatan hukumnya, PDAM bisa menjawab sanggup atau tidak sanggup untuk menjawab permohonan si Ibu, itu menurut saya begitu”. Memang sih untuk imbalan kita tidak bisa jabarkan dalam bentuk material begitu sedang proses uang siri pinang atau ganti rugi Menurut saya dari awal-awal sudah tuntas ya…

Saat disampaikan bahwa hingga saat ini pemilik air tidak menerima uang tersebut dan kata Ibu Ester saat pertemuan di Hotel Kristal di situ pihak PDAM melaporkan bahwa untuk pembayaran air di Camplon-Oe Naek pihaknya telah membayar biaya ganti rugi kepada pemilik air sebesar Rp.25.000.0000.namun sayangnya pada waktu itu dalam pelaporan PDAM air tersebut berada di hutan, dalam penelusuran tim air tersebut berada di atas tanah Ibu Ester yang jaraknya hanya kurang lebih 10 meter dari rumah.

kata Tris “mungkin dicek yang menjanjikan itu siapa? Apakah pemerintah, PU atau PDAM dan kalau bisa klarifikasi ke dinas teknis yaitu PU karena mata anggarannya dari PU”.

 

“Memang dulu saya pernah diskusi dengan mama tua disana dan saya secara pribadi punya hati nurani seperti  bapak, tapi kita tidak bisa ambil keputusan karena kita bukan kepala jadi tidak bisa ambil keputusan”, tutur Tris.

Hal ini juga menyebabkab pihak PDAM diduga sering mengintimidasi pemilik air di saat air macet. PDAM sering menuduh pemilik air menutup keran air. “Pada waktu itu 2016 debit air di Oe Naek turun drastis dan kepada teman -teman yang bertugas saya merasakan itu salah sebenarnya dan bukan mama tua yang melakukan itu tapi ada kotoran yang tersumbat di pipa pembuangan”,cerita Tris.

Hingga berita ini di publikasikan, wartawan kembali hendak menjumpai Direktur untuk mengkalrifikasi persoalan tersebut namun sang Direktur enggan menemui wartawan.(Papy)

Comments
Loading...