Informasi Terupdate Hari Ini

Polres Sumba Barat Sektor Mamboro Meminta Kerja Sama Yang Baik Dari Keluarga Untuk Mengungkap Kasus Keterangan Palsu

0 581

FHI-NTT, Dalam menindak lanjuti Laporan Polisi tertanggal 04 Oktober 2017 lalu yang di laporkan oleh Eman Jurumana,SH (Advokat) di SKPT Polda Nusa Tenggara Timur yang dibuktikan dengan surat Tanda Terima Laporan/Pengaduan Nomor : STTL/B/338/X/2017/SKPT yang ditanda tangani oleh Kepala SKPT Polda NTT Jamaluddin, SH.  Selanjutnya Dirreskirim Polda NTT melimpahkan perkara ini ke Polres Sumba Barat untuk ditindaklanjuti terkait laporan polisi tersebut dan Polres Sumba Barat melimpahkan ke Polsek Sektor Mamboro untuk ditindak lanjuti dengan pertimbangan bahwa saksi-saksi dan terlapor ada di wilayah hukum Kecamatan Mamboro yang adalah wilayah hukum Polres Sumba Barat. Untuk menindak lanjuti Kanit Reskrim Polsek Mamboro telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 3 (tiga) saksi-saksi yang diajukan oleh saudara pelapor dan juga telah melakukan pemeriksaan terhadap korban yaitu saudara Siwa Jurumana yang adalah korban dari keterangan palsu yang diberikan oleh terlapor dalam perkara pidana tahun 2014 lalu dan juga telah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor dan selanjutnya dalam proses pengkajian lanjutan.

Ungkap korban Siwa Jurumana saat ditemui di Lapas Waingapu, saya adalah korban dalam perkara keterangan palsu saat ini,  bahwa saya  telah masuk kurungan penjara atas Putusan Mahkamah Agung Nomor: 996 K/PID/2015 yang memperkuat Putusan Pengadilan Tinggi Kupang Nomor: 56/PID/2015/PT.KPG dengan kurungan penjara selama 15 tahun atas keterangan palsu yang di sampaikan oleh saudara terlapor yang adalah sebagai kepala wilayah di desa tersebut, Ia membenarkan bahwa Saya dan Saudara korban Petrus Dolu Umbu Londong yang adalah korban pembunuhan yang terjadi di Desa Cendana Barat Kampung Walu Tanah tahun 2014 lalu, bahwa terlapor menjelaskan dan membenarkan dalam BAP Laporan Polisi Nomor : LP/PID/19/V/2014/NTT/ RES SUMBA BARAT/ SEKTOR MAMBORO, Tanggal 09 Mei 2014 dan dalam fakta persidangan yang tertuang dalam Putusan Pengadilan Negeri Waikabubak Nomor: 142/PID.B/2014/PN.WKB dalam pertimbangan hakim bahwa saya (Siwa) pernah bermasalah batas tanah di kampung Sendimanu dengan saudara Petrus Doli Umbu Londong Als Bapa Domi.

Bahwa apa yang di sampaikan saudara terlapor tidak benar adanya karena saya dan keluarga saya  tidak pernah bermasalah batas tanah dan tidak perna ada masalah lain apapun antara keluarga saya dan keluarga Almarhum Petrus Doli Umbu Londong dan Adriana Dada Gole, dan untuk membuktikan hal itu semua satu kampung atau desa Cendana Barat silahkan ditanya apakah saya perna bermasalah batas tanah dengan saudara Almarhum Petrus dan Keluarganya, dan juga untuk membuktkan secara administarasi pemerintahan silahkan ditanya aparat desa mulai dari RT/RW, Dusun setempat ataupun aparat desa lainnya bahwa saya perna bermasalah batas tanah dengan saudara Almarhum Pertrus Doli Umbu Lodong dan Adriana Dada Gole, dan saudara terlapor mengatakan kami perna bermasalah batas tanah, sebagai kepala wilayah atau tokoh dia tolong jelaskan dimana objek tanah yang kami persoalkan dan dia sebagai kepala wilayah dan tokoh apakan dia pernah mengurus hal ini?. Jadi apa yang terlapor ungkapkan dalam BAP dan persidangan itu tidak benar, ujar Siwa

Lanjut Siwa menjelaskan dalam BAP Polisi yang di suruh tanda tangan oleh Polisi Sektor Mamboro saya sudah melakukan penolakan waktu di Polsek namun di paksakan untuk di naikkan dalam persidangan dan di pakai sebagai bahan pertimbangan untuk mencobloskan saya ke dalam penjara hanya karena alasan saksi ferbalisan saudra Polisi Rambli Dae Brigpol/82031063 yang mengatakan bahwa saya tidak mau tanda tangan BAP hanya karena dari ekspresi saya yang menyesal dan saya tidak kuat untuk mempertanggung jawabkan itu dan telah mengakui itu semua ungkap Ramli di depan majelis hakim.

Terkait keterangan Terlapor majelis hakim tetap pertimbangkan untuk memenuhi unsur bahwa saya sebagai aktor yang menganjurkan atau yang menyuruh Ferdi Tenabolo dan kawan-kawan untuk melakukan pembunuhan terhadap korban Petrus Doli Umbu Londong dan Istrinya, hanya karena dengan keterangan Terlapor yang menjelaskan bahwa saya pernah bermasalah batas tanah dengan korban pembunuhan, atas perbuatan Terlapor saya sudah kehilangan hak-hak  dan meninggalkan tanggungjawab sebagai suami dan tanggung jawab terhadap anak-anak saya yang perlu bimbingan dan nafkah dari saya sebagi orang tua. Saya adalah korban dari keterangan palsu Terlapor dalam persidangan yang sudah di Putus Pengadilan Negeri Waikabubak Tahun 2014 lalu dan masih banyak kejanggalan lain dalam kasus saya ini, ungkap Siwa.

Saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus keterangan palsu ini ungkap Eman Jurumana, keluarga korban membenarkan bahwa ajakan kerja sama itu di sampaikan oleh Polsek Mambro dalam SP2HP yang di tanda tangani oleh Kapolsek Mamboro. Haparan kami sederhana saja yaitu mari kita sama-sama objektif untuk mengungkap kasus ini. Lagi pula saya sebagai keluarga pencari keadilan sangatlah terbuka dan objektif dalam mengungkap kasus ini,  kami adalah korban dari keterangan yang tidak benar dari terlapor dan kami juga tidak mengada-ngada terkait kasus keterangan palsu ini, kami punya saksi-saksi yang mendengar dalam persidangan dan juga saksi-saksi dari unsur tokoh dan masayarakat Desa Cendana Barat yang mengetahui pasti bahwa Siwa Jurumana dan keluarganya tidak perna ada masalah apapun dengan Almarhum  Petrus Doli Umbu Londong dan istrinya, tegas Eman.

Lanjut Eman, Bukti-bukti lain juga sangat cukup yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum yaitu BAP Laporan Polisi Nomor : LP/PID/19/V/2014/NTT/ RES SUMBA BARAT/ SEKTOR MAMBORO, Tanggal 09 Mei 2014, Putusan Pengadilan Negeri Waikabubak Nomor: 142/PID.B/2014/PN.WKB, Putusan Pengadilan Tinggi Kupang Nomor: 56/PID/2015/PT.KPG dan Putusan Mahkama Agung Republik Indonesia Nomor: 996 K/PID/2015 yang sudah di lampirkan saat kami melapor hal ini ke SKPT Polda NTT saat itu.(Tim FHI)

Comments
Loading...