Kadis Kesehatan Mengakui, Dinas Dan Puskesmas Danga Bermasalah

Dibaca 175 kali

FHI NAGEKEO (faktahukumntt.com), Frederikus Fardin Rewa Bay dan kelompoknya dari organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia cabang Nagekeo, senin kemarin (24/09), meraung-raung di Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo. Mereka melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes mereka atas sikap Dinas yang dianggap terlalu melindungi para penggarong dana kapitasi, dana non – kapitasi dan dana Jampersal yang sejak lama marak terjadi di Puskesmas Danga.

Jauh sebelum adanya pemberitaan tentang penyimpangan dana Kapitasi BPJS di Puskesmas Danga, pada awal Agustus lalu, pergerakan kelompok mahasiswa ini telah menerima laporan pengeluhan dari keluarga pasien pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) terhadap lembaga itu. Sejumlah pungutan liar kepada pasien rujuk, masih terus terjadi hingga saat ini. Mereka umumnya masih harus menanggung biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) mobil ambulans dan jasa sopir ambulans, yang angkanya berkisar antara Rp.300 – 800 ribu per sekali rujuk, padahal mereka adalah keluarga pasien yang kategori Penerima Iyuran Bantuan (PIB) yang seharusnya terbebaskan dari segala pungutan seperti yang telah termaktub dalam Permenkes no 52 tahun 2016, ungkap Rewa Bay kepada FHI.

Baca Juga :  Kadis Kesehatan, Kabupaten Sikka Akan Kembali Ke Zona Hijau Covid 19

Sejalan dengan desakan GMNI Nagekeo, Kadis Kesehatan Nagekeo, Ellya Dewi juga ikut membenarkan adanya persoalan penyalahgunaan keuangan di Puskesmas Danga. Ellya menyampaikan hal itu saat bertemu utusan masa aksi diruang kerjanya, pada hari yang sama. Disampaikannya, penyimpangan penyalahgunaan keuangan di lingkup dinas kesehatan diketahui Ellya sejak dia pertama kali menjabat sebagai kepala dinas kesehatan kabupaten Nagekeo pada 2017 silam. Temuan permasalahan itu meliputi masalah administrasi, masalah keuangan dan pengelolaan program.

“Saya bilang kita masih bermasalah, saya setuju kita masih bermasalah. Dan itu yang saya temui pertama kali saat saya masuk disini tahun 2017. Terkait persoalan dana kapitasi dan jasa pelayanan medik, ini juga menjadi salah satu masalah pengelolaan keuangan di Puskesmas maupun di Dinas” papar Ellya.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru Gereja Pos Pelayanan Ebenhaezer Rium

Ellya melanjutkan, terkait adanya dugaan penyimpangan anggaran di Puskesmas Danga, sejak 27 Agustus, dia telah menyerahkan sepenuhnya kepada Inspektorat sebagai Aparat Pemeriksa Institusi Pemerintah (APIP) untuk segera melakukan audit reguler penggunaan keuangan dari tahun 2014 hingga tahun 2017 di Puskesmas Danga. Selain itu, dia berjanji akan siap menindaklanjuti rekomendasi hasil audit Inspektorat bila Laporan Hasil Pemeriksaan telah dia ketahui.

Untuk di informasikan, Persoalan penyimpangan dana kapitasi di Puskesmas Danga pertama kali mencuat setelah Claudia Pau, mengakui adanya upaya memanipulasi tanda tangan guna memuluskan laporan pertanggungjawaban keuangan, pada 4 Agustus lalu. Caludia Pau merupakan kepala Puskesmas Danga sejak 2015 hingga sekarang. Informasi dari internal Puskesmas menyebut, uang yang telah diambil Caludia Pau angkanya mencapai miliaran rupiah. Uang itu meliputi, dana Kapitasi dan non – Kapitasi, anggaran Jampersal, uang loket, uang hasil pungutan dari pasien pemegang KIS, serta uang jasa medis yang pembayarannya masih tertunggak hingga sekarang.

Baca Juga :  Bupati Korinus Ajak Masyarakat Waspada Terhadap Penyakit ASF

Hingga berita ini diturunkan, kepala Puskesmas Danga belum berhasil di konfirmasi.
(patriOT)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment