𝐖𝐀𝐄 π’π€ππŽ 𝐑𝐔𝐀𝐍𝐆 π‡πˆπƒπ”π πŠπ€πŒπˆ: π‡πžπ§π­π’π€πšπ§ 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐀𝐬𝐚𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐨𝐲𝐞𝐀 π†πžπ¨π­π‘πžπ«π¦πšπ₯

Dibaca 1.3K kali Reporter : SL verified

LABUAN BAJO, faktahukumntt.com – 27 Januari 2022

Di tengah penolakan warga atas rencana penambangan panas bumi (geothermal) di Wae Sano, pemerintah dan PT SMI/GeoDipa justru terus berupaya paksa dengan berbagai cara yang, semuanya berujung pada terpenuhinya prasyarat prosedural pemerintah dan perusahaan untuk mulai melakukan penambangan geothermal.

Pada Kamis, 20 januari 2020 lalu, misalnya, pemerintah dan PT SMI/GeoDipa menggelar acara β€œLonto Leok” dalam rangka konsultasi publik terkait rencana penambangan panas bumi (geothermal) di kampung Lempe, Desa Wae Sano, Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan yang sama dilakukan di tingkat Desa Wae Sano pada Selasa, 25 Januari 2022, yang
difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Siasat apa sesungguhnya yang sedang didesain pemerintah dan perusahaan di balik acara β€œlonto leok” tingkat kampung dan tingkat desa itu? Bagaimana tanggapan dan sikap warga Wae Sano yang ruang hidupnya terancam proyek tambang panas bumi — atas siasat pemerintah dan
perusahaan itu?

Baca Juga :  Sambut HUT Demokrat Ke-20, DPD NTT Laksanakan Webinar Latih Kreatifitas Medsos Kader

Tanggapan Warga Wae Sano
Kami, masyarakat lingkar danau Sano Nggoang yang terdiri dari warga di tiga kampung adat di
Desa Wae Sano (Dasak, Nunang dan Lempe) dan satu kampung adat di Desa Pulau Nuncung
(Kampung Lenda) ingin menyatakan sekali lagi ketegasan hati kami menolak rencana
penambangan panas bumi dalam ruang hidup kami. Kami juga dengan tegas menolak siasat
pemerintah dan perusahaan yang melakukan kegiatan konsultasi publik yang memakai
pendekatan adat Lonto Leok di kampung Lempe dan di Kantor Desa Wae Sano.

Comment