20 KK Warga Tuapanaf Keluhkan Program Jamban Sehat 2017

Dibaca 634 kali

FaktahukumNTT.com, OELAMASI-KUPANG

Program sanitasi dasar pembangunan jamban sehat bagi masyarakat pedalaman, yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten Kupang di tahun 2017 yang melingkupi 24 desa di tujuh kecamatan, rupanya tidak dirasakan efek baiknya 20 KK di Desa Tuapanaf, Takari.

Program yang diharapkan bisa mencapai tujuan penggunaannya demi pola hidup sehat warga pedalaman layaknya program bagi-bagi semen, pipa, besi beton dan lainnya, menyisakan keprihatinan yang mendalam pasalnya warga harus dibebani dengan tambahan biaya yang tidak sesuai dengan perencanaan awal”,  jelas warga yang berhasil ditemui dan diwawancarai media ini Rabu, (20/5/2020).

Ini foto Jamban milik Ibu Yuliana Dilak, Dusun 2, RW. 3, RT. 5

Menurut warga Tuapanaf yang mendapatkan bantuan jamban sehat, tepatnya di Dusun 2, RT 005/ RW 003, sebut saja Ibu Yuliana Dillak, dirinya memperoleh bahan untuk pembuatan jamban sehat tetapi hanya diberikan sebagian atau tidak terpenuhi semuanya.

Baca Juga :  Sukses Melaksanakan Tugas, Paskibra Kabupaten Kupang Mendapat Apresiasi dari Bupati

“Mereka hanya kasih batako 100 biji, semen 8 sak, besi 6cm 2 staff, besi 8cm 6 staff dan pipa paralon,” ucap Yuliana dan mengakui jika dijanjikan untuk diberikan sisa bahan lainnya namun hingga saat ini tak kunjung datang.

Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Petrus Zakarias, bahwa dirinya juga mendapatkan bantuan untuk jamban sehat namun bahan yang diberikan hanya sedikit bahkan lubang untuk saluran pembuangan sudah tertutup sehingga tidak bisa digunakan lagi.

“Ini program atau proyek, kita tidak tahu. Tapi bahan yang di kasihpun hanya seadanya. Kita malah dijanjikan untuk dikasih bahan tambahan namun hingga detik ini, bahan-bahan itu tidak kunjung tiba,” kesalnya.

Baca Juga :  Aset BUMN Mengalami Penurunan, JPMI Minta KPK Jangan Diam
Ini Jamban milik bpk petrus Zakariaz. Foto : istimewah

Warga mengaku,bahwa dengan swadaya dari masing-masing keluarga, mereka menambahkan bahan untuk membuat jamban sehat berupa kloset, seng dan pasir. Itu pun kami upayakan seadanya sesuai kemampuan kami masing-masing.

Keinginan mereka untuk memiliki jamban sehat sangat besar, sehingga masyarakat berusaha untuk melanjutkan pekerjaan ini walaupun harus berjibaku dengan kebutuhan makan sehari harinya. (Tim)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment