“38 Hektar aset tanah Pemda Mabar di Hutan Bowosie”

Dibaca 637 kali Reporter : SL verified

Fransiskus Dohos Dor kuasa hukum Kesatuan Komunitas Masyarakat Racang Buka

Ditegakkannya, pernyataan yang terlihat berbeda antara BPOP-LBF dan Pemda Mabar itu sama saja dengan “maen mata”. Ibarat Premis Mayornya : Semua Direktur Utama itu orang cerdik. Premis Minornya : BPOP memiliki Direktur Utama. Maka kesimpulannya : Direktur Utama BPOP orang yang cerdik.

Lanjutannya Premis Mayor lagi : Tidak semua Birokrat itu netral. Premis Minornya : Kepala Sekolah itu Birokrat. Maka Kesimpulannya : Kepala Sekolah belum tentu netral. Dengan demikian silahkan publik mabar mengambil kesimpulan sendiri atas pernyataan berbentuk silogisme saya ini” ungkap Advokat Muda tersebut usai mendampingi 3 Orang Saksi dari warga Kesatuan Masyarakat Racang Buka yang menjalani pemeriksaan klarifikasi di Polres Mabar pada Kamis, 16 Desember 2021.ungkap Francis.

Baca Juga :  BNN NTT Berhasil Menangkap DPO Asal Timor Leste

Kasat Reskrim Yoga Darmasusanto S.Tr.K ketika di konfirmasi di polres Manggarai Barat Selasa (14/12/21) mengatakan pemeriksaan yang lakukan hari ini adalah untuk melakukan klarifikasi atas laporan dari KPH Manggarai terhadap 9 orang warga yang merambah huta Bowosie RTK pada tahun 2020 lalu.

Yang jelas kami memakai dasar hukum undang- undang kehutanan dan jumlah yang minta klarifikasi ad 9 orang dari masyarakat kesatuan Komunitas Racang Buka.

“Kalau dari pelapor yaitu pihak KPH sudah mengambil keterangan dan dalam waktu dekat akan di panggil lagi untuk melakukan pengembangan kasus”, pungkas Yoga

Sebelumnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment