7 Mahasiswa Peserta Magang Yang Berada di Taiwan dan Bali Surati Pemda Flotim

Dibaca 555 kali

FaktahukumNTT.com, Flores Timur.

Minxiong,Chiayi County,Taiwan, 27 September 2020

Kepada Yth.
Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur
Di tempat.

Assalamu’alaikum Wr.Wb,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Dalam pertemuan kali ini izinkan kami melaporkan kondisi terkini dari 7 Mahasiswa/I asal Flores Timur yang saat ini sedang berada di Taiwan dan di Bali.serta hal lain yang sekiranya penting untuk dibicarakan pada pertemuan kali ini..
Laporan Terkini Keadaan 7 Siswa/i yg berasal dari flores timur yakni :
Paulus Aprilianus Sole
Dewa Raya
Dhanu Arya Gusti Fatahillah
Felix Mado Doni
Elisabeth Kerans
Olivia Gita Muli b.Y
Febrianty Barek Ola
Satu dari kami yakni Paulus Aprilianus Sole telah kembali ke indonesia dan menghentikan studinya di taiwan. 6 orang lainnya masih memilih bertahan di taiwan.
Saat ini kami telah memasuki semester 3 dan telah memulai kelas sesuai jurusan yang di pilih. Jadwal kuliah kami dibagi sesuai jurusan, ada yang dalam satu minggu memiliki jadwal 3 hari kuliah, ada juga yang memiliki jadwal 4 hari kuliah dalam satu minggu. Sisa waktu kosong saat tidak ada kelas digunakan oleh kami untuk bekerja Part Time (kerja paruh waktu).

Biaya sekolah kami pada semester 3 ini adalah rata-rata 60.000 ntd = Rp. 30.624.03 (sesuai kurs hari ini) namun telah dikurangi oleh pihak Kampus sebesar 20.000 Ntd = Rp 10.208.01.
Pihak sekolah memberikan potongan uang sekolah sebagai beasiswa dengan kesepakatan kami akan bekerja untuk pihak Kampus selama 300 jam (belum diberikan jadwal) namun kami menyepakati hal tersebut.
Sistem pembayaran uang kuliah adalah dengan 3x cicilan dalam 4 bulan. Selama 4 bulan kedepan kami bekerja dengan sistem part time yang terjadwal 2 dan 3 hari dalam seminggu. Gaji yang di dapatkan dari part time dalam satu bulan mencapai kisaran 12.640 Ntd = Rp. 6.451.46 (sesuai kurs) tidak termasuk lembur. Yang mencari pekerjaan untuk kami adalah Direktur dari setiap jurusan masing-masing.
Terkait masalah biaya sekolah, menurut pengalaman kami yang pernah terjadi di semester sebelumnya pihak Kampus memberi tahu bahwa apabila kami tidak bisa membayar cicilan sekolah maka kami akan di D.O dari kampus dan dalam waktu 1 minggu wajib meninggalkan Taiwan.
Kami memiliki waktu liburan selama 2 bulan penuh di setiap semester dan waktu liburan tersebut kami gunakan untuk bekerja sepenuhnya. Gaji yang didapatkan dalam satu bulan bekerja adalah gaji pokok daerah yakni 23.800 Ntd =Rp. 12.147.533,69(sesuai kurs)
Biaya hidup yang saat ini menjadi tanggungan kami adalah :
Tempat tinggal (kos) yang harus dibayar sekitar 3.000 Ntd = Rp. 1.531.201.73 (sesuai kurs)
Untuk pegangan (uang saku) perbulan membutuhkan minimal 6.000 Ntd = Rp. 3.062.403.45 (sesuai kurs)
kiriman untuk keluarga setiap bulan tidak tentu namun ada yang memang harus mengirim banyak untuk kehidupan keluarganya. Nominal uang yang dikirimkan berkisar 8.000 Ntd = Rp. 4.083.204,60 (sesuai kurs).
Saat ini kami memiliki hutang kepada pihak LPK Dharma sebesar 14.000 Ntd = Rp. 7.145.608,05 (sesuai kurs) yang kami pinjam 2 bulan lalu untuk membayar cicilan sekolah yang didesak oleh pihak kampus beberapa waktu lalu yang sepakat dilunaskan pada tanggal 6 Agustus 2020 dan ditanda tangani oleh kami yang hingga saat ini belum dilunaskan.
Saat ini pihak Kampus masih mendesak kami untuk membayar hutang kami pada LPK Dharma Bali. Kami masih belum memiliki cukup uang untuk membayar hutang tersebut.
Kami memiliki hutang di Bank Daerah Flores Timur sebesar Rp. 35.000.000. Adapun yang memiliki hutang di Bank Fajar di Bali yakni sebesar kurang lebih Rp. 23.000.000.
Terkait berita yang baru saja diposting beberapa hari lalu tentang ”LPKD dan Bupati Flotim Akui Bantu Biaya Mahasiswa Magang” pada tanggal 25 september 2020 di situs citypost.id , kami mengaku tidak setuju sebab saat ini uang yang kami pinjam dari Bank Daerah NTT sebesar 35 juta tidak sepenuhnya ada pada kami yakni dengan kata lain pihak LPK masih memegang sisa uang yang merupakan hak kami.
Dengan perincian yang telah kami tuangkan diatas, dengan penuh harapan kami memohon agar pihak Bupati dan Wakil Bupati Flores timur dapat mengambil Tindakan atas permasalahan yang terjadi. Kami meminta perhatian dari pihak Bupati dan Wakil Bupati sebagai pihak yang membuat program “Selamatkan Pemuda Flores Timur” yang bekerja sama dengan LPK Dharma dan Stikom Bali.
Berikut permohan kami yang telah di sepakati Bersama :
Kami meminta kejelasan bahwasanya apakah angkatan 2019 yakni Kami, memiliki MOU atau tidak. Karena setahu kami saat ini hanya ada 2 orang yang memiliki MOU yakni atas nama Paulus Aprilianus Sole dan Febrianty Barek Ola yang berlaku hanya 6 bulan dan telah kadalwarsa serta MOU tersebut merupakan perjanjian ke Jepang bukan ke Taiwan
Kami meminta adanya Beasiswa dari pihak Bupati dan Wakil Bupati yang mengHandle biaya kuliah dan biaya hidup kami selama berada di Taiwan hingga kami menyelesaikan Studi sehingga gaji yang kami dapat dari pekerjaan kami difokuskan untuk membayar hutang dan mengirimkan ke keluarga kami.
Apabila kami diputuskan untuk berhenti menyelesaikan studi di Taiwan dan Kembali ke Indonesia,kami meminta ganti rugi atas semua biaya yang telah kami keluarkan sejak pertama kali kami mengikuti program ini serta waktu yang kami habiskan di Taiwan akan menjadi sia-sia.
Apabila kami dipulangkan ke Indonesia maka kami menuntut untuk pemutihan hutang kami di Bank Daerah NTT oleh pihak Pemda Flotim.

Kami menuntut hal ini karena keadaan yang kami hadapi saat ini tidak sesuai dengan perjanjian oleh pihak penyelenggara Program ini saat perekrutan Mahasiswa. Untuk itu saat ini kami berharap adanya tindakan dari pihak Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur.
Bila memungkinkan, kami mohon tanggapan dan Tindakan yang secepatnya berhubung keadaan kami saat ini sangat memprihatinkan.
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Minxiong,Chiayi County,Taiwan, 27 September 2020

Baca Juga :  Pro Kontra Dana 19 M, Wakil Bupati Berang!

Perwakilan Mahasiswa WuFeng University

Dhanu Arya Gusti Fatahillah

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment