Aktivis GMNI Nagekeo Kritisi Sikap PPK yang Menghindar Ketika Dikonfirmasi Media Terkait Resevoir Tonggurambang

Dibaca 275 kali Reporter : Petrus verified

Nagekeo, Faktahukumntt.com – (21/01/2020), Sikap Fidelis Veto, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Nagekeo yang menangani proyek Resevoir Air Bersih di desa Tonggurambang, kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikritisi aktivis Gerakan Mahasiwa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Nagekeo pasalnya Fidelis selalu saja menghindari ketika hendak diwawancarai untuk mengkonfirmasi terkait keterlambatan pengerjaan Resevoir Tonggurambang.

berdasarkan data yang informasi yang dihimpun media ini, Resevoir Tonggurambang dinilai menyalahi regulasi karena PPK diduga telah membayar 95 persen anggarannya kepada penyedia, sedangkan kondisi pekerjaan belum tuntas dan melampui kalender kerja yang seharusnya selesai pada bulan Desember 2020.

Baca Juga :  Jelang HPN 2021, SMSI Tuntaskan Bangun Jalan dan Sanitasi untuk Masyarakat

Menanggapi hal tersebut Yakobus Tua Bhaso, salah satu aktifis Gerakan Mahasiwa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Nagekeo mempertanyakan sikap Fidelis Veto, PPK pada dinas PUPR Nagekeo yang enggan menemui wartawan untuk dikonfirmasi terkait keterlambatan pengerjaan Resevoir Tonggurambang.

“Ini ada apa? seharusnya dia ketemu media untuk menjelaskan semuanya terkait hal itu, bukan menghindar dari wartawan. wajarlah kalau teman-teman media konfirmasi ke dia karena dia PPK nya, dia tau lebih detail soal ini semua. Ada apa ini? Jangan sampai ada hal yang tidak beres, kita patut mencurigainya” Ujar Yakobus.

Baca Juga :  Peran Kodim 1604/Kupang Dalam Kegiatan Lokakarya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Menurut Yakobus, Sikapnya yang enggan untuk dikonfirmasi media akan memperbesar kecurigaan publik bahwa adanya perilaku Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam penyelenggaraan proyek tersebut, apalagi diduga PPK telah membayar 95 persen kepada penyedi sedangkan kondisi pekerjaan belum finish dan masih molor.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment