BEM FH Unila menyambut baik atas disahkannya UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Dibaca 152 kali Reporter : Davin K verified

BANDA LAMPUNG, faktahukumntt.com – 18 April 2022

Rancangan undang – undang kekerasan seksual sebenarnya penyusunannya sudah dirancang dari tahun 2012 yang diinisiasi oleh Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan ( KOMNAS HAM ). Tidak hanya itu dalam menyusun rancangan undang – undang tersebut melalui banyak proses rangkaian diskusi, dialog, dan penyelarasan teori dan fakta sosiologis.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kekerasan seksual di Indonesia terjadi disetiap tahun. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mencatat sebanyak 8.800 kasus kekerasan seksual terjadi dari Januari sampai November 2021. Sementara itu, Komnas Perempuan juga mencatat ada 4.500 aduan terkait kekerasan seksual yang masuk pada periode Januari hingga Oktober 2021. Maka pengesahan UU TPKS sangat urgen, Senin 18 April 2022

Lalu pada tahun 2018 barulah UU TPKS masuk ke dalam prolegnas DPR RI, tidak sampai disitu dinamika pembahasan RUU ini sempat dianggap terlalu rumit dan lamban dalam pembahasannya, hingga sampai pada 2021 dimana RUU TPKS berhasil masuk dalam prolegnas prioritas.

Baca Juga :  Kapolri Akan Digugat Ke MA oleh Perekat Nusantara Terkait Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK

Setelah 10 tahun lamanya, akhirnya pada hari Rabu 12 april 2022 melalui sidang paripurna DPR RI telah mengesahkan RUU TPKS menjadi undang – undang. Hal itupun Disambut gembira oleh semua kalangan begitupun dengan organisasi mahasiswa BEM FH Unila.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment