BNN NTT berhasil menangkap DPO asal Timor Leste

Dibaca 260 kali

FHI-NTT. Keberhasilan BNN NTT patut di apresiasi karena tidak hanya mengungkap kasus narkoba saja tapi dapat juga menangani kasus criminal lainnya. Atas kerja sama yang baik dengan pihak kepolisian se NTT pihaknya berhasil menangkap buronan asal Timor Leste yang kabur sejak tahun 2013 dari penjara Da Costa, Timor Leste.

Jumpa pers yang di adakan pada Jumat,05/05/17 di kantor BNN oleh kepala BNN Provinsi NTT (Muhammad Nur) mengungkapkan bahwa BNN telah berhasil menangkap seorang buronan asal Timor Leste yang telah kabur bersama rekannya OR,GA.

kejadian tersebut terjadi pada saat kerusuhanda lam penjara.sehingga oleh Kepolisian Negara Timor Leste meminta kepada kepolisan RI agar dapat menangkap kedua buronan asal Negara tetangga yaitu AL dan GA sedangkan OR telah di tangkap oleh kepolisian Negara Timor Leste. AL dan OR adalah buronan kasus pembunuhan sedangkan GA buronan kasus Narkotika yang masih berkeliaran di wilaya NKRI.

Pada kesempatan tersebut Muhammad Nur mengucapkan terima kasih kepada pihak Polda NTT (intel ) yang telah memberikan imformasi demikian banyak kepadanya dan PolresBelu,Polres Kefa,Polres Soe,Polres Kabupaten Kupang yang telah membac up penuh selama beberapa waktu mendalami DPO Menurut Doni Bramanto pihaknya bersama polisi sedang melakukan pencarian terhadap kedua narapidana tersebut namun baru satu saja yang di tangkap yaitu AL yang pada saat itu juga di deportasi ke Naegara Timor Leste. Saat ini BNN dan Polda NTT memperketat pengawasan di perbatasan RI dan Timor Leste untuk menghindari masuknya narkoba ke NTT. Dalam kesempatan tersebut Kepala Intelijen Negara Timor Leste Jose Maria Netomok, mengatakan satu orang DPO (Daftar Pencarian Orang) yang berinisial GA masih terus ditelusuri.

Kehadirannya Jose di Kupang bersama Konsulat Timor Leste dalam rangka penyerahan AL yang telah ditangkap oleh BNN NTT pada tanggal 03/05/17 lalu.Ia pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar -besarnya kepada BNN dan Kepolisian NTT yang telah membantu menangkap salah satu DPO yang telah kabur selama hampir empat tahun. Dam Ia juga mengatakan bahwa Jumlah narapidana yang kabur dari penjara Da Costa, pada tahun 2013 sebanyak tiga orang, masing-masing berinsial GA, OR, dan AL. AL dan OL pelaku pembunhan telah di vonis oleh pengadilan Timor Leste dengan hukuman penjara 26 tahun, sedangkan GA kasus narkotika di vonis dengan hukuman penjara 25 tahun.

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Timor Leste bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia secara khusus Kepolisian NTT untuk mengupayakan penangkapan tiga DPO yang kabur dari penjakara, dan ia akui “bahwa pada tahun 2015 pemerintah Timor Leste Dan Pemerintah RI baru melakukan kerja sama namun sebelumya mereka telah berhubungan dengan pemerintah Indonesia dalam hal ini BNN NTT sejak empat tahun yang silam”.tuturnya. Oscar & Papy

Baca Juga :  Presiden Serahkan 5.000 Sertifikat Warga Jatim di Surabaya
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment