Penulis : Josse

LABUAN BAJO, faktahukumntt.com – 26 Januari 2023

Para demonstran menyayangkan sikap Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi dan Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng yang tidak mau menemui massa unjuk rasa yang menuntut agar ratusan sertipikat tanah milik masyarakat Transmigrasi Lokal (Translok) yang sudah kurang lebih 24 tahun diduga digelapkan oleh Pemerintah Daerah Manggarai Barat.

Koordinator Aksi, Rio Suryanto menjelaskan bahwa sikap Bupati Edi Endi dan Wakil Bupati, Yulianus Weng yang tidak mau menemui massa Demonstran menjadi preseden buruk kepemimpinan dan telah mengkhianatai nurani masyarakat yang hendak mencari keadilan.

“Ini sungguh mengkhianati masyarakat. Ingat, yang datang demo itu adalah bapak bapak dan ibu ibu yang tiap hari bekerja di ladang dan sawah. Mereka datang mengambil sertifikat milik kami sendiri yang sudah lama disembunyikan oleh pemerintah di Mabar. Sayangnya, justeru bupati dan wakil malah bersembunyi didalam kantor. Ini memalukan,” ujarnya usai unjuk rasa pada Rabu, 25 Januari 2023

Para demonstran menuntut agar ratusan sertifikat milik masyarakat Transmigrasi Lokal (Translok) yang sudah kurang lebih 24 tahun diduga digelapkan oleh Pemerintah Daerah Manggarai Barat.

Perlu diketahui bahwa masyarakat Translok dari Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores-NTT menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Mabar dan kantor DPRD Mabar pada Rabu, 25 Januari 2023. Mereka menuntut agar ratusan sertifikat milik mereka yang kurang lebih 24 tahun disembunyikan oleh Pemda Mabar agar segera diserahkan kepada masing-masing 200 kepala keluarga warga Translok.