Bupati Malaka Geram Dan Minta Ketua Araksi Tunjukan Bukti Valid Soal Pemda Lindungi Koruptor

Dibaca 6.2K kali

Bupati Kabupaten Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H. Foto: dok. YB/faktahukumntt.com

KUPANG, faktahukumntt.com – 16 Mei 2021

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak Geram atas pernyataan Ketua Araksi Afred Baun yang dilansir spektrum-ntt.com Jumat, (14/5/2021)…Diduga Pemda Malaka menyembunyikan koruptor saat program 100 hari kerja sebab penyelewengan anggaran sejak 2014 hingga 2020 tidak rekomendasi hukum untuk proses.

“Tunjukan bukti valid bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka, dalam hal ini Bupati dan wakil Bupati melindungi koruptor, jika tidak ada bukti itu fitnah”, ungkap Bupati Malaka kepada Media ini Via telepon Seluler, Sabtu (15/5/2021)

Bupati Malaka minta agar Ketua Araksi harus mampu membuktikan siapa yang dilindungi dan kalau bisa publikasikan itu di media agar masyarakat Malaka tahu itu, jangan hanya asal ngomong.

Selanjutnya Bupati Malaka menekankan, saya tidak bisa disalahkan oleh siapapun kalau staf saya, angggota saya, tim saya bekerja dengan cerdas, bekerja cermat, bekerja tulus iklas, jujur sampai tuntas, itu wajar-wajar saja saya memuji dia atau saya mengapresiasi dia siapapun dia orangnya.

“Saya heran, apresiasi yang saya berikan atas totalitas kerja ASN lingkup Setda Malaka malah dipersoalkan ketua Araksi. Sebagai Kepala Daerah terhadap kesuksesan kecil sekalipun yang diraih oleh ASN lingkup Pemda Malaka saya patut mengapresiasi. Jadi tidak ada salahnya kemudian saya katakan, anak.! kerja harus serius dan dia lakukan itu”, ujar Bupati Malaka.

Baca Juga :  Jeriko Diarak Masa Pendukung Dari Bandara Eltari Kupang Menuju Rumah Aspirasi Jeriko

Kalau dia (ketua Araksi) menanyakan “Kenapa Bupati tiba-tiba puji inspektorat sementara ada temuan penyelewengan keuangan negara dari 2014 hingga 2020… spektrum-ntt.com

Apresiasi yang saya berikan kepada Inspektorat karena hanya dalam waktu 3 hari mampu mengembalikan Dana Desa dibanding waktu 2014 sampai dengan 2020 bayangkan sampai 6 tahun tidak ada hasil. Kita hanya bekerja 3 hari dan lewat inspektorat bisa terlaksana. “Apa salah saya memuji mereka? Lalu pertanyaannya sejak tahun 2014 hingga 2020 Araksi ada di mana?

Mengembalikan uang negara merupakan mekanisme administratif pemerintahan, sebagai badan eksekutif Bupati wajib mengaudit bawahannya, kepala desa yang berada dibawah koordinasi bupati maka bupati melakukan audit dan jika ada temuan kerugian negara maka saya memilih jalan administratif yakni memerintahkan untuk mengembalikan dana-dana tersebut.

Baca Juga :  What We See When We Look at Travel Photography

“Untuk itu, saya minta ketua Araksi harus tunjukkan siapa yang saya lindungi agar publik Malaka menilai siapa yang sungguh-sungguh berjuang demi Rakyat Malaka tanpa ada kepentingan pribadi atau golongan”, tegas Bupati Malaka

Bupati Malaka kembali meminta ketua Araksi untuk bisa membuktikan bahwa Pemda Malaka melindungi koruptor itu, untuk apa Pemda lindungi koruptor kan lucu. Kami bekerja lurus tanpa menerima imbalan dalam bentuk apapun.

Soal Audit saat ini sedang berjalan dan saya sudah instruksikan untuk audit total seluruh Kades, mantan Kades, seluruh OPD itu yang sedang kami lakukan, audit secara keseluruhan.

Bupati Malaka berharap agar Ketua Araksi yang adalah pimpinan dari lembaga antikorupsi harus bisa buktikan Pemda Malaka itu bekerja lurus, jujur, tulus atau sebaliknya sehingga anda menyebutkan bahwa Bupati melindungi Koruptor.

Baca Juga :  Gerakan eks- THL Kabupaten Nagekeo Menjadi Tantangan Berat Langkah Perubahan Bupati Don

“Dia (ketua Araksi) ngomong seolah-olah saya melindungi inspektorat karena kepalanya tidak mau bongkar 8 miliar selama ini. Padahal dia juga tahu di masa pemerintahan SN-KT baru berjalan beberapa hari namun semua mulai terbuka dan inikan berkat kerja serius dari pihak Inspektorat, kita perlu apresiasi”, tandas Bupati Simon Nahak.

“Kepada semua pihak saya minta kalau mau mendukung kinerja SN-KT dukunglah dengan tulus ikhlas tanpa pamrih, tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun karena SN-KT tidak punya apa-apa, SN-KT hanya miliki komitmen bekerja lurus, tulus, ikhlas untuk kesejahteraan masyarakat Malaka”, ujar Bupati Malaka dengan nada merendah.

Ketika ditanya wartawan media ini, Ada apa dengan Araksi? Bupati Malaka tidak menggubris pertanyaan tersebut, malahan mengatakan biarkan publik menilai.

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment