DAVID MARTS MANGI : TIDAK DIBENARKAN ADANYA PERBEDAAN PERLAKUAN DALAM PENERBITAN E-KTP

Dibaca 98 kali

Kupang-(faktahukumntt.com), Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kupang, Dawid Marts Manggi saat ditemui diruang kerjanya memberi penjelasan atas polemik pengurusan e-KTP yang banyak diperdebatkan masyarakat kota Kupang terkait cepat atau lambatnya proses penerbitan e-KTP oleh Dispendukcapil kota Kupang.

David menjelaskan pentingnya pemahaman oleh warga kota kupang dan para kaum intelektual yang ada di kota Kupang bahwa administrasi kependudukan yang dikenal saat ini yaitu dokumen kependudukan diantaranya kartu keluarga, kartu tanda penduduk, akte kelahiran dan dokumen kependudukan lainnya itu tidak lagi seperti dulu, yang sistemnya off line namun sekarang sistemnya sudah online dan karena sistemnya online maka semua pengurusannya terintegritasi dan datanya berada diserver kementrian bukan server dispendukcapil.

“Sehubungan dengan kartu tanda penduduk maka perlu saya jelaskan kepada warga masyarakat kota kupang bahwa proses penerbitan kartu tanda penduduk tidak lagi seperti dulu warga masyarakat membutuhkan dokumen kependudukan antara lain kartu tanda penduduk, memasukan permohonan terus saat itu ktpnya dicetak, jelas David.

Lanjutnya, akan tetapi semua lewat proses yang dikenal dengan proses yang penerbitan kartu keluarga dengan melakukan perekaman di kantor camat. Oleh karena peralatan perekaman kita tersebar di kecamatan. Hasil perekaman di kecamatan itu tidak masuk ke server Dispenduk kota Kupang tetapi masuk ke server Kementrian Dalam Negeri dalam hal ini Direktorat Jendral Kependudukan dan Catatan Sipil.

Baca Juga :  Stadion Gelora Samador Harus Segera Dihibahkan ke Pihak Keuskupan Maumere

Di Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil data perekaman di kecamatan itu dilakukan tiga pentahapan. Pertama, verifikasi terhadap kebenaran informasi. Kedua, Validasi menyatakan bahwa data ini valid dan ketiga, penunggalan artinya tidak terdapat pendobelan data. Setelah verifikasi menyatakan valid lalu dilakukan penunggalan dengan menampilkan dan disandingkan dengan 283 juta warga masyarakat Indonesia yaitu sidik jari, alis mata, dari warga negara ini atau dari pemohon KTP.

“Ketika disandingkan dengan 283 juta penduduk Indonesia ternyata bahwa dia memang betul-betul tunggal baru data pemohon KTP itu dikirim kembali ke daerah dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten atau Kota. Ketika data itu masuk maka tugas dari dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota itu melakukan eksekusi dalam bentuk percetakan KTP”, ungkap David

Menurut David, apa yang dialami oleh Awang Notoprawiro beberapa waktu lalu merupakan satu faktor keberuntungan yang diperoleh Awang. Ketika beliau datang ke sini ternyata data beliau sudah tampil sehingga bisa dicetak. Dan yang mendapat keberuntungan seperti Awang bukan hanya Awang sendiri namun banyak masyarakat Kota Kupang, ratusan bahkan ribuan warga kota Kupang yang mana memang datanya sudah valid dan kami melakukan percetakan.

Baca Juga :  Indra Dwiatma: “Polisi Wajib Proses Setiap Laporan Masyarakat”

“Tidak benar bahwa kami memilah-milah orang dalam pengurusan KTP. Pada intinya siapapun dia ketika datang dan datanya tampil maka tidak ada alasan untuk kami tidak melakukan percetakan”, tegas David

Fakta yang terjadi beberapa waktu yanga lalu ada warga masyarakat kota kupang yang kebetulan lewat dan mereka sempat mampir kemudian mereka mengecek di papan pengumuman, dan ternyata nama mereka belum ada namun ditanya oleh Kadis mereka menyatakan bahwa proses perekamannya sekitar satu tahun yang lalu, kemudian kadis menanyakan tentang bukti perekamannya dan mereka menyatakan bahwa bukti perekamannya ada di rumah lalu kadis menyuruh mereka pulang dan mengambilnya dan kembali ke kantor dispendukcapil untuk mengecek di operator ternyata data mereka tampil, akhirnya kadis meminta operetor untuk mencetaknya.

Baca Juga :  Apple sets March 21 event, Wall Street sees new, smaller iPhone

David menegaskan bahwa dalam proses percetakan KTP elektronik tidak ada namanya pilih-pilih orang. Semua masyarakat yang ada di kota kupang, semua sama pelayanannya. Keberuntungan yang dialami Awang membuat masyarakat kota kupang beranggapan bahwa kami pilih kasih. Hal itu tidak benar sama sekali. Tidak ada pelayanan seperti itu, siapapun dia kalau datanya sudah tampil wajib hukumnya kami cetak.

David mengakui bahwa terdapat kendala-kendala yang dihadapi dispendukcapil kota kupang yang menjadi penghambat didalam proses percetakan KTP antara lain; peralatan, jaringan, dan kendala yang krusial sekali yaitu tidak adanya sinkronisasi data yang dimasukan oleh warga masyarakat kota kupang yang mana data yang diisi di formulir berbeda dengan data yang ada di perekaman server. Oleh karena itu maka proses percetakan KTP terkendala lagipula sistemnya online sehingga saat dibuka operator namanya tidak tampil.

“Mari kita bersama-sama memperbaiki kesalapahaman ini dengan memberikan data yang akurat yang mana tidak lagi terdapat perbedaan data antara isian formulir dan server sehingga memudahkan operator untuk melakukan tugasnya yakni mencetak KTP tepat waktu”, harap David. (Oscar-Jose)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment