Demonstrasi Ke II FPPN; Menggugah Nurani Kemanusiaan Bupati Don

Dibaca 89 kali

Kupang-NTT (FaktahukumNTT.com), Suasana kantor Bupati Nagekeo di kawasan
Civic Center, Mbay, Selasa (26/02) siang kemarin mendadak ramai. Sekitar 250 masa aksi yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Nagekeo (FPPN) merangsek memadati halaman kantor itu dengan roman wajah tak bersahaja. Mereka merupakan mantan Tenaga Harian Lepas, pekerja di lingkup pemerintah daerah kabupaten Nagekeo yang menuntut dipekerjakan kembali melalui aksi demonstrasi, usai kontrak kerja mereka tak lagi diperpanjang Bupati Don sejak Desember 2018 lalu.

Adalah Agustinus Bebi Nuwa, 40 tahun. Humas FPPN sekaligus orator dalam aksi itu sedari awal memang telah menunjukan gelombang perlawanan terhadap rezim Bupati Don. Pekan lalu, kala disambangi Wartawan Fakta Hukum, dalil Gusti memang tak mempersoalkan pemutusan hubungan kerja antara pemerintah dan THL. Kehadirannya dalam aksi itu semata ingin menggugah nurani rasa kemanusiaan Bupati Don ihwal pemberhentian THL. Dia dan rekan-rekannya terus berharapan agar Bupati Don lebih mempertimbangkan alasan kemanusiaan terhadap keputusan pemberhentian THL dan menuntut Bupati Don segera merekrut kembali THL yang telah di putuskan kontrak kerjanya.

Baca Juga :  Buka-bukaan, Juliari Peter Batubara Tegaskan GIBRAN TIDAK TERLIBAT KORUPSI Bansos Covid-19

Pernyataan Gusti itu selaras dengan situasi kekinian Tenaga Harian Lepas yang tengah mengalami masa-masa sulit paska Bupati Don secara sepihak memberhentikan 1046 orang THL dengan dalil devisit anggaran dan masa kontrak telah berakhir. Beberapa diantara mantan THL bahkan telah meninggalkan pulau Flores untuk mengadu nasib di pulau Kalimantan dan Papua. Pertimbangan nurani kemanusiaan Bupati Don inilah menurut Gusti harus menjadi syarat mutlak dalam mencapai “win to win solution” antara Bupati dan mantan THL agar masalah kekurangan anggaran versi Bupati tak berubah menjadi masalah pengangguran baru bagi THL. Hanya kebijakan Bupatilah yang mampu menyelesaikan Masalah tanpa menghasilkan masalah.

“Rekan-rekan THL ini punya waktu dan porsi kerja yang sama dengan ASN di Kabupaten Nagekeo. Masuk pagi dan pulang sore, hanya bedanya THL diberi upah yang kecil. Untuk menopang kekurangan itu, mereka harus berutang kepada Bank dan Koperasi dengan jaminan gaji itu. Pernah tidak Bupati Don berpikir sampai kesini. Seharusnya, sebelum diberhentikan, Bupati terdahulu menyampaikan informasi pemberhentian perpanjangan kontrak minimal 3 bulan sebelum kontrak berakhir, sehingga rekan-rekan bisa mulai beradaptasi dengan dunia kerja dan rutinitas baru. Kalau secara tiba-tiba begini siapa yang aoan bertanggung jawab?, jadi saya dan rekan-rekan minta Bupati pertimbangkan ini kembali”

Baca Juga :  PN KALABAHI LAKSANAKAN BENCHMARKING DAN VISITASI ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK DAN WBBM KE PN OELAMASI

Untuk diinformasikan, Mantan Tenaga Harian Lepas Kabupaten Nagekeo telah memecahkan rekor sebagai kelompok yang paling pertama melakukan aksi demonstrasi diawal masa kepemimpinan Don-Marianus. Terhitung, sejak dilantik pada 23 Desember 2018 lalu, kelompok eks-THL telah dua kali melakukan aksi demonstrasi dengan aksi pertamanya terjadi dihari Jumat, 15 Februari 2018, dengan tuntutan yang sama yakni meminta Bupati Nagekeo segera mempekerjakan kembali seluruh THL yang telah diberhentikan. Aksi kedua terlihat lebih berbeda dari aksi pertama, para demonstran kali ini terlihat lebih berani mengkolaborasikan orasi dengan pemutaran rekaman suara janji kampanye Bupati Don dan Wabub Marianus, termasuk janji pengentasan angka korupsi dan pengangguran dengan standar Nol.

Yang lebih menghebohkan, FPPN juga menyebut kalau Bupati Don dan Wakilnya telah menipu Rakyat Nagekeo dengan mengingkari janji kampanye yang sebelumnya selalu lantang disurakan. Melalui pengeras suara, rekaman janji kampanye itu diperdengarkan kepada publik secara berulang-ulang oleh peserta Demonstrasi.

Baca Juga :  Terima Penghargaan dari KPK dan Kapolri, Kapolda Kalbar: Ini Bukti Komitmen Polda Kalbar  Memberantas Korupsi

“Sesuai Undang-undang Dasar pasal 27, tidak ada warga Nagekeo yang harus menganggur. Target kita, nolkan pengangguran nolkan korupsi. Terima kasih Tuhan memberkati” kata Wabub Marianus dalam janji kampanye seperti yang diperdengarkan.
(patriOT)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment