Dengan Keterbatasan BNNP NTT Semakin Agresif Brantas Narkoba

Dibaca 204 kali

FAKTAHUKUMNTT.com – KUPANG, BNN Provinsi Nusa Tenggara Timur (BNNP NTT) melalui Bidang P2M Seksi Pencegahan melakukan jumpa pers bersama wartawan tentang Bahaya Narkoba dan bagaimana upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan Narkotika, walaupun dengan keterbatasan yang ada.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pemberantasan Markus Raga Dajara, S.H. M.Hum di Aula Kantor BNN pada Jumat (4/9/2019).[sc name=”Iklan Artikel” ]

Kegiatan ini dibuka oleh Markus Raga Djara yang menyampaikan, diawal pemerintahan Presiden Joko Widodo, beliau mengatakan bahwa Indonesia saat ini darurat narkoba, dan menyerukan Perang Besar terhadap segala bentuk kejahatan Narkotika.[sc name=”BACA JUGA” ]

“Berdasarkan pernyataan ini BNN Propinsi NTT sebagai lembaga negara yang bertugas melaksanakan pemerintahan dibidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) untuk lebih agresif dalam menangani masalah Narkotika melalui strategi demond reduction dengan tindakan prenventif guna memberikan kekebalan kepada masyarakat agar mereka imun terhadap penyalahgunaan Narkotika dan strategi supply reduction, melalui penegakan hukum yang tegas dan terukur agar sindikat Narkotika jera”, jelas Markus.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Baca Juga :  Pastikan Perempuan dan Anak di Palu & Donggala Terlindungi

Markus melanjutkan, sebagai upaya untuk melindungi masyarakat NTT dari kejahatan Narkotika maka tahun ini BNNP NTT aktif melakukan langkah-langkah preventif. Langkah ini diambil sebagai solusi yang paling tepat untuk mematikan pangsa pasar Narkotika di Indonesia terutama provinsi NTT, sehingga tidak lagi menjadi lahan subur bagi Sindikat Narkotika.

Dalam rangka membrantas peredaran Narkotika tahun 2019 BNNP NTT melakukan upaya pencegahan berupa:
– Pelaksanaan advokasi pembangunan berwawasan anti Narkoba di Instansi Pemerintah dan Swasta.
– Pelaksanaan Deseminasi Informasi P4GN.
– Pelaksanaan sosialisasi bahaya Narkoba (Non Dipa).[sc name=”BACA JUGA” ]

Baca Juga :  Tangkap 7 Tersangka Kasus Narkoba, Berikut Target Capaian BNNP NTT Tahun 2020

Upaya pencegahan yang dilakukan Seksi Pencegahan banyak sekali mengalami kendala dan hambatan terutama dalam upaya penyebaran informasi dan pencegahan kepada seluruh komponen masyarakat antara lain:
– Luas Wilayah Propinsi NTT
– Keterbatasan anggaran
– Keterbatasan personil dan SDM
– Kurangnya dukungan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/kota
– Kurangnya dukungan instansi swasta tingkat provinsi dan kabupate/kota.[sc name=”Iklan Artikel” ]

“Walaupun dengan keterbatasan yang ada Seksi Pencegahan tetap berkomitmen menyebarkan informasi bahaya Narkoba secara rutin dan bersifat masif demi melindungi generasi bangsa dimasa yang akan datang”, ujar Markus. (MIZ)

Baca Juga :  Ibu Negara Akan Sosialisasi Kesehatan Hingga Bahaya Narkoba di Palembang
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment