Di Kabupaten Nagekeo, Diduga Gagal Pileg, Tim Sukses Caleg Blokir Jalan

Dibaca 261 kali

FAKTAHUKUM.COM–NAGEKEO, Hingga hari ini, Kapolsek Aesesa, AKP. Ahmad,SH bersama Danramil Aesesa, Mayor Inf, Paulinus Rowa, serta beberapa anggota TNI dan Polri telah dua kali meninjau lokasi penutupan akses jalan menuju pemukiman penduduk desa Nangadhero dan Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Selasa 23 April kemarin, menjelang Maghrib, akses jalan menuju dua wilayah itu ditutup total dengan material batu dan pasir oleh oknum yang diduga berasal dari tim sukses Calon Anggota Legislatif yang kecewa lantaran jagoannya gagal dalam pileg 17 April kemarin.

Mereka tim sukses Om Ahmad Tujuh, kata Ida Yusuf warga disekitar lokasi. Ida dan puluhan warga lainya memang yang merasakan langsung dampak dari penutupan jalan itu. Selain mempersulit akses transportasi dari dan menuju ke pemukiman penduduk, penutupan itu sekaligus mempersulit akses siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MiS) Nangadhero, Desa Nangadhero menuju sekolah mereka. Warga harus mencari jalan alternatif lain agar bisa mencapai jalan utama.

Baca Juga :  Memaknai Aksi Spontanitas Warga Labuan Bajo Saat Kunker Jokowi

Di desa Marapokot, penutupan jalan juga mempersulit akses warga setempat menuju Mushola At’taqwah, Marapokot. Mushola Al- merupakan satu-satunya Mushola yang berada ditengah perumahan Kampung nelayan Marapokot yang sering digunakan warga untuk menunaikan ibadah shalat. Warga mengaku, bila pemilu tiba, mereka selalu mendapat intimidasi dan ancaman dari para politikus dan tim sukses sejak masa kampanye hingga pemilu usai. Mereka mengaku kerap menjadi korban luapan emosi tim sukses dan politisi gagal.

“Itu sudah Om, kami ini selalu jadi korban politik bagi yang punya taring tetapi kalah dalam pemilu” pungkas warga.

Baca Juga :  Presiden Targetkan Draf RUU Omnibus Law Selesai Minggu Ini

Untuk diinformasikan, desa Nangadhero dan Marapokot merupakan Desa heterogen dengan dominasi penduduk berasal dari keturunan Bugis – Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka umumnya berprofesi sebagai nelayan tradisional dengan membangun perkampungan disepanjang pesisir pantai Utara desa Nangadero dan Marapokot. Umumnya, mereka cenderung tak tertarik dengan urusan perpolitikan daerah. Informasi dari Warga, sejak berdirinya kabupaten Nagekeo tahun 2006 hingga sekarang, belum ada satupun warga kedua desa itu menjadi anggota DPRD Kabupaten Nagekeo.

Ahmad Tujuh yang dimaksud warga merupakan warga asli Kabupaten Nagekeo yang mencalonkan diri menjadi anggota DPRD kabupaten Nagekeo tahun 2019 dari partai Golongan Karya, Dapil I (Aesesa, Aesesa Selatan dan Wolowae).
(patriOT)

Baca Juga :  Suplayer Pembangunan Rumah MBR, Jangan Sikat Jatah Rumah Rakyat
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment