Di Kabupaten Nagekeo, Hotel Dijadikan Tempat Karantina OTG Covid-19.

Dibaca 196 kali

Faktahukumntt.com  –  NAGEKEO,

Demi kenyamanan pasien Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Nagekeo menjadikan hotel Sinar Kasih Danga, kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tempat karantina Mandiri bagi 12 Orang Tanpa Gejala (OTG) yang terdiri dari Pertugas medis termasuk 1 diantaranya adalah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Nagekeo yang pernah melakukan kontak langsung dengan dengan pasien #01 Nagekeo terkonfirmasi positif Covid-19.

Hotel Sinar Kasih Danga, bukan satu-satunya tempat karantina bagi OTG, lokasi lainya yang dimanfaatkan sebagai tempat karantina adalah Ruangan Pusat Kesehatan Masyrakat (Puskesmas) Danga, kecamatan Aesesa.

Silvester Teda Sada Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (kabag Humas) sekaligus juru bicara (jubir) Covid-19 Kabupaten Nagekeo, dalam jumpa pers bersama awak media Di Aula V.I.P, Lantai 2 Kantor Bupati Nagekeo, senen 18/05/2020, dengan ijinan Bupati Nagekeo dan tim gugus tugas penanganan covid-19 kabupaten Nagekeo, menyampaikan bahwa OTG Kabupaten Nagekeo tercatat berjumlah 45 orang. 15 orang diantaranya telah selesai masa pemantuan, 30 orang lainya masih menjalani masa karantina.

Silvester Teda Sada, Humas Protokol Covid – 19 Kabupaten Nagekeo

“Dari 30 orang, 12 orang adalah keluarga dari yang terkonfirmasi positip #01Nagekeo, 12 orang kalangan kesehatan termasuk kepala dinas kesehatan kabupaten Nagekeo, dan ada 6 orang yang saat ini karantina di Puskemas Danga. 6 orang itu terdiri dari, 1 orang yang kasus reaktif sebelumnya, satu orang reaktif dari keluarga yang di telusuri kemudian, dan 4 orang teman dari yang terkonfirmasi positip #01” Terang Teda Sada.

Lebih lanjut Silvester membeberkan bahwa, 6 orang OTG yang terdiri dari 2 OTG reaktif dan 4 orang teman dari yang terkonfirmasi positip covid-19 dikarantina di Puskesmas Danga, 12 orang dari kalangan keluarga menjalani karantina mandiri di rumah setelah dua kali rapid test menuai hasil Negatif atau non reaktif, sedangkan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo dan 11 petugas lainnya di karantina di Hotel Sinar Kasih Danga.

Baca Juga :  Presiden Jokowi: Tidak Ada Tempat di Tanah Air bagi Terorisme

Adapun alasan pemda memilih hotel sebagai perlakuan karantina bagi Kadinkes Nagekeo dan kawan-kawan yakni untuk mengintensifkan pelayanan kesehatan bagi mereka sehingga Kadinkes dan kawan-kawan tebebaskan dari jebakan pendemic covid-19 dan kembali melayani masyarakat secara prima sebagaimana biasanya.

“Khusus terhadap tenaga kesehatan agar kita tidak membandingkan sebebasnya, kita butuh tenaga medis, tenaga kesehatan yang sigap, perbandingan jumlah tenaga medis dengan yang terpapar sangat tidak seimbang saat ini, artinya kita menjaga jumlah tenaga kesehatan jangan  sampai ada hal-hal yang terjadi yang membuat kita kesulitan terkait tenaga kesehatan, maka 12 tenaga kesehatan ini kita tempatkan di hotel dengan tujuan agar mereka melakukan proses karantina secara ketat, mudah-mudahan dengan pelayanan seperti itu, mereka bebas dari virus Corona dan kembali sehat, untuk bertugas melayani calon-calon terpapar ini” imbuhnya.

Silvester Teda mengakui ada sederetan komentar atau suara sumbing yang mengkritik tentang perlakuan karantina terhadap 12 petugas Kesehatan, Namun ia kemudia menegaskan bahwa perlakuan karantina terhadap semua OTG sah, disemua tempat karantina baik di Puskesmas maupun di hotel, pasalnya semua OTG sama-sama dilayani pemerintah secara baik dan merata baik makanan, obat-obatan dan tenaga medisnya.

Baca Juga :  Mendes PDTT: Dana Desa untuk pemberdayaan ekonomi dan masyarakat Bukan Bayar Gaji Guru

Pada kesempatan tersebut, wartawan Viktory News, Bernard Sapu menyoroti kebijakan pemerintah daerah menggunakan hotel sebagai tempat karantina. Bernard menilai hal itu terjadi karena memang pemda Nagekeo tidak menyiapkan satu lokasi khusus sebagai tempat karantina sehingga baginya tetap terkesan ada diskriminatif dalam pelayanan. Iapun pada kesempatan pada kesempatan yang sama, coba memunculkan data pembanding dengan kabupaten tetangga seperti Maumere dan Ende, Daerah yang juga memiliki hotel namun memilih karantina terpusat pada suatu lokasi agar tidak terkesan membeda – bedakan.

Baca Juga :  Pemkab Kupang akan Lakukan Audit Dana Desa di Desa Oetmanunu

“Data pembandingnya begini, covid ini tidak terjadi di Nagekeo, tetapi seluruh Daerah. Tetapi di Kabupaten lain, misalnya di Ende mereka ada karantina khusus. Bicara hotel Ende ada hotel juga tapi mereka tidak memilih itu, Maumere juga ada tapi mereka tidak memilih hotel , tetap memiliki lokasi karantina dan diberlakukan sama. Yang menjadi pertanyaan kenapa di Nagekeo ada sedikit pembanding? seperti yang bapak jelaskan itu betul, secara kasat mata itu betul namum nilai kesamarataan ini yang menjadi pertanyaan? ” Ungkap wartawan Viktori News di akhir jumpa pers bersama Kabag Humas Protokol Covid Kabupaten Nagekeo. (Pfb)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment