Diduga Kades Pamer Kelamin, Tokoh Wanita Desa Aeramo: “Ini Pelecehan Terhadap Perempuan”.

Dibaca 401 kali

Faktahukumntt.com – NAGEKEO,

Dugaan tindakan amoral yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial “DBD” disesalkan oleh Tokoh Wanita Desa Aeramo Kerena dinilai melecehkan citra perempuan.

Suasana haru meliputi Aula Kantor Desa Aeramo, pada jumat (26/09/2020). ruangan sejenak hening ketika seorang ibu paruh baya berusia 54 Tahun hendak mengutarakan Pendapatnya dalam audiens, yang digelar Forum Peduli Aeramo (FPA) bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Aeramo perihal Dugaan tindak tidak bermoral yang dilakukan Kades “DBD” perihal mengirimkan gambar Alat vitalnya Via Messenger (pesan Facebook) kepada “MS” seorang ibu rumah tangga di Desa Aeramo.

Wanita tersebut bernama Ester Beang Kona, yang merupakan salah satu tokoh wanita , juga menjabat sebagai Anggota BPD Desa Aeramo.

Dengan mata berkaca-kaca, sesak dan suara parau, beliau mengutarakan gagasannya yang beranggapan bahwa tindakan Kades “DBD” merupakan perbuatan yang tidak beradab dan melecehkan citra kaum hawa.

“Saya sedih, Terlepas ini benar atau tidak, Sebagai seorang ibu, sebagai perempuan, sebagai seorang janda, dengan kejadian ini, secara otamatis, kami sebagai kaum wanita dilecehkan” ungkap Ester Beang dengan suara berat, menahan air mata.

Beliau begitu menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya dalam sekejab mata citra baik desa aeramo yang sedang bergerak maju, tercoreng oleh ulah pemimpin yang yang senantiasa penuh energik berbicara terkait kemajuan dan perubahan namun berkelakuan bejat dan tak bermoral.

Baca Juga :  MOU Posbakum PN Oelamasi Dan LBH Surya 

Beliaupun menyatakan dirinya bangga menjadi warga desa Aeramo, namun peristiwa pamer alat kelamin yang ditunjukan oknum kades Aeramo, membuat dirinya dan kaum perempuan resah dan merasa tidak aman berdiam di wilayah desa Aeramo.

“Saya bangga jadi warga desa Aeramo, tapi dengan kejadian ini, membuat kami kaum perempuan merasa tidak aman apalagi seperti saya yang janda” Tuturnya.

Ester Beang Kona, meminta agar perisitiwa tersebut, tidak diangap lelucon melainkan kejadian luar biasa karena masalah tersebut terpaut kepala Desa yang merupakan pemimpin wilayah dan dinobatkan bapak oleh masyarakat.

Perisitiwa ini jangan dianggap lelucoan, tolong, ini serius, ini kejadian luar biasa, ini kenyataan yang pahit bagi kita, jangan dianggap sebagai lelucon, karena ini terjadi bukan kepada siapa-siapa, ini terjadi terhadap kepala Desa kita, Bapak kita. Yang dari terbesar hingga terkecil, yang tua, memanggil dia bapak, kita harus sadar itu. Seorang bapak yang kami panggil, nenek tua juga panggil dia bapa” Ungkap Ester dengan nanda tinggi dan tegas, merespon salah satu peserta yang hadir, yang mencoba menyelang pembicaraannya dengan nada kelakar.

Mewakili semua kaum wanita ia berharap agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Iapun mengajak semua elemen, Tokoh pemuda, fungsionaris adat dan masyarakat agar terus menyuarakan kasus tersebut ke jenjang yang lebih tinggi agar mampu menemukan solusi terbaik.

Baca Juga :  Polres Karimun Datakan Warga Yang Belum Dapatkan Bansos dari Pemerintah

Pada kesempatan tersebut, Forum Peduli Aeramo mendatangi Kantor Desa Aeramo dengan tuntutan agar persoalan amoral yang dilakukan kepala desa (kades) Aeramo berinisial “DBD” secepatnya diselesaikan karena FPA menilai tindakan Kades Aeramo, telah mencoreng nama baik desa Aeramo, melanggar hukum adat dan menodai tatanan budaya setempat.

Forum Peduli Desa Aeramo, menuntut agar kades Aeramo segera melakukan Klarifikasi secara resmi kepada masyarakat terkait dugaan perbuatan tidak senonoh yang dan tidak bermoral yang dilakukannya dan menuntut agar Kades Aeramo, dilarang berkantor selama dugaan tindakan asusila yang dibuatnya belum diselesaikan.

Baca Juga :  Panglima TNI Tinjau Korban Banjir Konawe Utara
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment