Diduga Tanah Milik UMH di Sumba Timur Diklaim Gubernur VBL Sebagai Aset Pemprov NTT

Dibaca 1.1K kali Reporter : */Tim verified

SUMBA TIMUR, faktahukumntt.com – 29 November 2021

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengklaim tanah suku/ulayat/keluarga Umbu Maramba Hawu sebagai aset Pemprov NTT. Bahkan mengancam akan memenjarakan salah satu tuan tanah di Kampung Rende Prayawang, Desa Rindi, Umbu Maramba Hawu. Selain mengancam untuk menenjarakan, Gubernur VBL mengancam akan memukul Umbu Maramba Hau karena memotong pembicaraannya dalam pertengkaran mereka pada Sabtu (27/11/21) di range sapi Karamba, Kampung Renda Prayawang, Desa Rindi, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur, NTT.

Baca Juga :  Dugaan Penyimpangan Aset Hotel Sasando oleh Manajemen Lama, Pengamat: Itu Perbuatan Korupsi

Demikian cuplikan Vidio yang beredar lewat pesan WhatsApp/WA dan Facebook/FB dan diperoleh Tim Media ini pada Minggu (28/11/2021) pagi. Vidio tersebut mempertontonkan debat sengit Gubernur VBL dan Umbu Maramba Hawu (tuan tanah, red) terkait obyek tanah yang sedang direncanakan Pemprov NTT menjadi range sapi Ongole untuk menghasilkan daging sapi premium di ‘Bumi Sandel Wood’ itu.

“Dengar baik-baik, datang omong supaya saya urus buat- baik-baik buat kalian, saya ikut. Tetapi, kalau kalian berbeda dengan pemerintah supaya ganggu, saya akan berhadapan dengan kalian. Saya tidak tembak kalian, tidak ada. Saya angkut kalian kasih masuk di penjara. Kalian berhadapan dengan pemerintah, dengar itu baik-baik. Saya yang berurusan, saya Gubernur, saya tidak takut,” tegas Gubernur VBL sebagaimana cuplikan video percakapan VBL dan Umbu Maraba Hawu.

Baca Juga :  PMII Kupang Desak DKP Provinsi NTT, Selesaikan Masalah Nelayan Lembata

Video berdurasi 3 menit 26 detik tersebut, juga mempertontonkan Gubernur VBL tampak naik pitam dan mengeluarkan kata atau kalimat ancaman memukul Umbu Maramba Hawu yang tampak ikut menyela perkacakapan Gubernur VBL dengan Umbu Maramba Hawu terkait obyek tanah yang akan dijadikan lokasi range sapi itu.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment