Disebut Terima Suap Rp98 M, PADI: Mardani H Maming Harus Ditahan dan Ditetapkan Tersangka KPK 

Dibaca 2.0K kali Reporter : GD verified

Edi Prastio, SH, MH, CLA., Ketua Umum Perhimpunan Anti Diskriminasi Indonesia (PADi) dan Kawan-kawan

JAKARTA, faktahukumntt.com – 18 Mei 2022

Edi Prastio, SH, MH, CLA., Ketua Umum Perhimpunan Anti Diskriminasi Indonesia (PADi) menyikapi kesaksian Direktur Utama PT Prolindo Cipta Nusantara (PCN), Christian Soetio yang mengungkapkan aliran dana kasus suap izin usaha tambang kepada eks Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming. Dimana Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan (PDIP) Kalsel dan Bendahara Umum PBNU ini diduga menerima suap dan melakukan pencucian uang Rp  98 Milyar.

Bung Prastio sapaan akrabnya, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI untuk segera ditetapkan tersangka dan ditangkap. Sebab, Mardani H. Maming dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Jumat, 13 Mei 2022, secara terang disebut menerima suap.

“Kami mendesak Pimpinan KPK RI untuk segera menangkap dan menetapkan tersangka kepada terduga Mardani H Maming yang sudah disebut menerima suap. Dalam keterangan saksi Christian Soetio dan bukti transfer sudah ditunjukkan kepada hakim. Jadi jangan lama-lama, nunggu apa lagi,” kata Edi Prastio SH, MH, CLA., kepada wartawan senior RB. Syafrudin Budiman SIP di Jakarta, Rabu 18 Mei 2022.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, KPK Lakukan OTT Terkait TPK Pengadaan Barang/Jasa TA 2020

Menurut Bung Prastio, Christian dalam sidang dengan terdakwa mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tanah Bumbu, Dwidjono Putrohadi Sutopo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Jumat, 13 Mei 2022. Christian menjadi saksi bersama Manajer Operasional PT Borneo Mandiri Prima Energi (BMPE), Suryani; dan pegawai PT PCN, Muhammad Khabib. Christian menduduki posisi Dirut PT PCN menggantikan posisi kakak kandungnya Henry Soetio yang telah meninggal dunia pada Juni 2021.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment