Dokumen Proyek IPAL dan Incinerator Ada di Laptop PPK sudah Rusak

Dibaca 393 kali Reporter : SL verified

Sekertaris Dinkes Mabar Ardianus Ojo

LABUAN BAJO, faktahukumntt.com – 22 September 2021

Proyek Mesin Incinerator atau penghancur limbah medis B3 dengan suhu tertentu yang dibangun pada IPAL puskesmas Labuan Bajo kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat Propinsi Nusa Tenggara Timur kata PPK Untuk Dokumen proyek tersebut laptop lama saya sudah rusak dan sekarang lagi cari fleshdisk.

Sekertaris Dinas kesehatan Manggarai Barat juga selaku PPK Ardianus Ojo Ketika di konfirmasi diruang kerjanya Rabu (22/9) mengatakan Kalau tidak salah kegiatan proyek tersebut di tahun 2014,dan sumber dananya dari Dana Dak.

Berdasarkan Permenkes Nomor 84 tahun 2013 dimana beberapa surat pernyataan tentang pemeliharaan dan kemudian keberlanjutan perawatan juga berkaitan tenaga teknis.

Baca Juga :  Aksi Solidaritas Perangi Covid19, DPD PSI Kabupaten TTS Bagikan APD Di 5 Puskesmas

Dalam perjalanan ada tenaga teknis dan tenaga lainnya yang sudah dilatih yang dimutasikan.

Lalu perusahaan yang bekerja proyek IPAL dan Mesin Incinerator saya sudah tidak ingat lagi, mungkin dari Surabaya.

Dan yang memberikan pekerjaan tersebut adalah dari ULP,betul bahwa saya sebagai PPK kami hanya sampai pada pengadaan sementara pengelolan itu para pengguna proyek tersebut.

Kalau berkaitan dengan dokumen saya masih cari fleshdisk sementara laptop lama saya sudah rusak.

Berkaitan dengan pengadaan Mesin Incinerator kami melalui survei baik di Siloam maupun puskesmas-puskemas di Surabaya dan mereka punya berjalan lancar maka kami berdasarkan hasil survei itu menggunakan perusahaan dari Surabaya.

Baca Juga :  Ombudsman Anggap Sistem Pemanfaatan Data Kependudukan Aman

Ketika di tanya oleh wartawan fakta hukum NTT apakah mesin Incinerator sesuai dengan juknis,ya sesuai dengan juknis dan sempat di pakai.

Lanjut Ardi berdasarkan laporan dari teman-teman sejak 2018 sudah rusak kan untuk keberlanjutan mengelola mesin Incinerator itu seksi orang lain dan itu bukan urusan saya lagi betul saya PPK.

Kondisi kerusakan sempat di tahun 2018 di perbaiki dan di tahun 2020 sempat di anggarkan untuk perawatan mesin Incinerator tersebut sebesar dua Ratus juta tetapi di dalam perjalanan dan tidak pas karena kami prioritaskan pengadaan alat CPR.

Baca Juga :  JOKOWI-AMIN RESMI DILANTIK, BAGAIMANA OPTIMISME MASYARAKAT INDONESIA?

Maka kami akan rencanakan untuk di anggarkan di tahun 2022 dan juga usulkan tenaga teknis yang menangani Mesin Incinerator tersebut.

Sementara itu Ketua PKN Mabar Lorensius Logam via telepon mengatakan kami menduga pengadaan mesin Incinerator tersebut adalah mesin bekas,masa biaya perbaikan anggaran begitu banyak.

Kami mendesak pihak kejaksaan negeri Labuan Bajo segera melakukan audit penyelenggara proyek tersebut,sambil dokumen kami kirim KPK di Jakarta

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment