DPRD dan Bupati Nagekeo Janji Bantuan Perumahan, 20 KK Desa Marapokot Beli Tempat Rumah.

Dibaca 517 kali

Faktahukumntt.com – NAGEKEO,

Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) di wilayah desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergabung  dalam Kelompok Bunga Mawar melakukan aksi pembersihan lokasi perumahan yang bertempat dibawa kaki bukit Puta, Desa Marapokot, pada Rabu (07/10/2020).

Lokasi tersebut dibeli secara swadaya oleh kelompok Bunga Mawar dengan tujuan menjawab himbauan pemerintah yang terus digumamkan oleh pemerintahan desa Marapokot terkait larangan bermukim di daerah irigasi persawahan dan segera mencari lokasi perumahan baru karena mayoritas penduduk desa Marapokot bermukim diwilayah irigasi persawahan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Kelompok Bunga Mawar, Serilus Niga kepada Faktahukumntt.com pada, rabu, (07/10/2020) ketika ditemui media ini,  di lokasi kegiatan dalam rangka pembersihan lokasi yang melibatkan anggota kelompok dan pemilik lahan.

“Dasar dari kegiatan ini adalah berawal dari himbauan pemerintah dalam hal ini desa, menyampaikan supaya kita yang berada didaerah irigasi untuk mencari lokasi pemukiman karena kita yang berada diwilayah desa Marapokot lebih banyak berada di daerah irigasi” Ungkap Serilus.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, Kegiatan kelompok Bunga Mawar juga dilatarbelakangi dukungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Bupati Nagekeo Johannes Don Bosco Do yang disampaikan secara lisan dalam kunjungannya di kelompok Bunga Mawar dan mengumbar janji akan memfasilitasi bantuan perumahan bagi kelompok tersebut jika telah memiliki lokasi permukiman yang jelas.

Baca Juga :  PKN Mabar: Proyek Incinerator dan IPAL yang Mubazir Direkomendasikan ke KPK

Meski masih dalam taraf komunikasi dan pendekatan persuasif terhadap pihak-pihak yang bersinggungan dengan lokasi lokasi perumahan yang dibeli kelompok Bunga Mawar, untuk memenuhi kebutuhan kelompok Kletus berharap agar pemerintahan desa Maropokot juga turut mendukung langkah-langkah kelompok teristimewa dalam urusan administrasi untuk memberikan kepastiaan hukum hak atas lahan yang dibeli sehinga tidak menimbulkan konflik dikemudian hari.

Ketika urusan lahan untuk lokasi perumahan telah mereka penuhi, ia juga berharap penuh agar Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, dapat Menepati janji yang telah sampaikannya perihal bantuan perumahan bagi kelompoknya.

Baca Juga :  STABILITAS SEKTOR JASA KEUANGAN TRIWULAN I TETAP TERJAGA

“Kami berharap, apa yang dikatakan bupati sesuai janji, kamu vari tanah, kamu beli sendiri nanti rumah kami akan bantu Kata Bupati waktu itu bersama isterinya saat berkunjung di kelompok kami” Terang Ketua Kelompok Bunga Mawar.

Rusli Ahmad, salah satu pemilik lahan yang turut menghibahkan lokasinya untuk dibeli Kelompok Bunga Mawar, yang dijumpai Faktahukumntt.com di lokasi kegiatan, mengungkapan bahwa kemauannya untuk menghibakan lahan miliknya untuk dibeli Kelompok Bunga Mawar, sesungguhnya bermula dari keprihatinannya terhadap keluhan masyarakat terkait himbauan pemerintah perihal  larangan membangun rumah permanen di daerah irigasi dan keluhan masyarakat terdampak pelebaran jalan tengah Danga Marapokot.

” Walaupun dengan hitungan jual-beli, namun kita dipertimbangkan dengan Daya Beli Warga, yang rata-rata berpenghasilan rendah sehingga berkaitan dengan harga yang disepakati dan dan saya sanggupi harga sesuai permintaan dan kemampuan beli masyakat. Ungkap Rusli.

Namun demikan dirinya memastikan bahwa lahan miliknya yang dibeli kelompok Bunga Mawar dipastikan aman dan tidak bermasalah karena ia menjamin status kepemilikan lahan tersebut adalah tanah miliknya yang dibuktikan dengan sertifikat tanah.

Baca Juga :  Pemkab Kupang VS DPRD Kupang Berakhir Imbang

Untuk urusan lebih lanjut Rusli Ahmad berharap keterlibatan pemerintah desa teristimewa, kepala Desa Maropokot dapat membantu masyarakat dalam upaya melakuan koordinasi dengan Badan pertanahan Nasional kabupaten Nagekeo dalam upaya legalitas administrasi Balik nama Sertifikat tanah.

“Mengingat semua lahan sudah bersertifikat. Saya Meminta Kepala Desa Marapokot bisa bekerja sama dengan Kepala Kantor ATR atau Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Nagekeo membantu Proses Administrasi Balik Nama Sertifikat ” tutup Rusli.

 

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment