Gasak 3 Ekor Babi, Oknum Rentenir di Mauponggo Resmi Dipolisikan.

Dibaca 1.0K kali

Faktahukumntt.com – NAGEKEO,
Seorang Rentenir berinisial “ML” asal Desa Wololelu, kecamatan Mauponggo, secara resmi dilaporkan kepihak kepolisian sektor (polsek) Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Pada hari kamis, (29/10/2020).

Seperti yang telah diberikan Faktahukumntt.com sebelumnya, Oknum rentenir ini dipolisiskan oleh Nenek Lusia Oy, (63 Tahun), asal kampung Oja, RT O2/ RW 02, Desa Loda Ola, Kecamatan Mauponggo, gara-gara tindakan sewenang-wenangnya menangkap 3 ekor babi milik Nenek Lusia Oy.

3 ekor babi yang digasak oleh rentenir tersebut, dipelihara nenek Lusia  untuk investasi pendidikan 3 orang cucunya yang sedang menempuh pendikan. 

Aksi “ML” diduga kuat dipicu oleh masalah utang piutang cengkeh antara dirinya dengan suami nenek Lusia Oya.

Baca Juga :  Ortu Kartika Damayanti Segera Laporkan Ayah Ayu Ting-Ting Abdul Rozak Dkk Ke Polda Jatim

Persoalan antara keduanya sempat difasilitasi oleh pihak polsek Mauponggo untuk mempuh jalan damai dan diselesaikan secara kekeluargaan di aula kantor Polsek Mauponggo pada kamis, (29/10/2020).

Upaya polsek Mauponggo untuk mendamaikan keduanya gagal karena keduanya saling mempertahankan kebenarannya dan nenek Lusia Oy bersikeras agar masalah tersebut dilanjutkan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Alhasil “ML” dilaporkan pidana oleh nenek Lusia Oy, dengan dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) nomor: STPL/16/X/2020/Sek. Mpg, tertanggal 22 oktober 2020.

Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) yang diberikan polsek Mauponggo kepada Pelopor pada kamis (29/10/2020).

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mauponggo, Ipda Gunter Meo, kepada Faktahukumntt.com menjelaskan bahwa upaya mediasi yang ditempuh oleh pihak polsek Mauponggo bertujuan untuk mencegah konflik horisontal antara kedua belah pihak kerena keduanya diketahui memiliki hubungan keluarga.

Baca Juga :  Firli: "Kita Bisa Bersihkan Kalau Kita Bersama"

“Ini ada kaitannya dengan hutang sehingga untuk mencegah konflik antara keduanya, karena keduanya katanya masih keluarga, kita coba pertemukan, ternyata ketika dipertemukan tadi tidak ada jalan keluarnya, sehingga kita terima laporan resminya” Ungkap kapolsek Mauponggo.

Lebih lanjut, Ipda Gunter mengungkapkan bahwa polsek Mauponggo akan Melakukan langkah-langkah hukum penyelesaian perkara dengan melakukan tahapan pemeriksaan saksi-saksi terlebih dahulu kemudia dilanjutkan dengan gelar perkara yang yang akan dilaksanakan di polres Nagekeo untuk menetapkan tersangka.

Ipda Gunter berharap, Meskipun kasus ini telah didaftarkan secara resmi di polsek Mauponggo kedua belah pihak mempunyai kesempatan untuk melalukan pendekatan persuasif sehingga berakhir damai.

Baca Juga :  Twitter Karni Ilyas Presiden ILC Dijadikan Bukti Sengketa Pemilu

Beliau mengungkapkan bahwa, Sebagai polisi tanggung jawab polisi bukan saja terkait penegakkan hukum melainkan sebagi pelindung dan pengayom masyarat serta bimbingan keamanan dan ketertiban masyarakat (bimkamtibmas).

“Terus terang, polisi ini tugasnya bukan hanya penegakan hukum, selain penegakkan hukum kita juga berfungsi sebagai pembina keamanan dan ketertiban masyrakat. Karena masih keluarga kita harapkan agar diselesaikan secara kekeluargaan. Polisi ini tugasnnya ada tiga, yang pertama pelindung dan pengayom masyarat, yang kedua penegakan hukum, yang ketiga Bimkamtibmas.” Tutup ipda Gunter Meo.

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment