Ini Akibatnya! Jika Karteker Hanya Diberikan Cap Desa oleh Mantan Kades Tuapanaf

Dibaca 486 kali

FaktahukumNTT.com, OELAMASI-KUPANG

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, dana BLT (Bantuan Langsung Tunai) Covid-19 tahap pertama sedianya dibagikan kepada warga pada bulan Mei 2020. Namun ini tidak terjadi di Desa Tuapanaf Kecamatan Takari Kabupaten Kupang. Hingga berita ini dipublkkasikan BLT Covid-19 dari dana desa belum dibagikan kepada 200 warga desa Tuapanaf kecamatan Takari, Kabupaten Kuoang-NTT.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, hingga saat ini BLT belum dibagikan kepada 200 warga Tuapanaf. Hal ini dibenarkan oleh pejabat sementara/karteker, Salmun Amfoni saat dihubungi via telephone seluler (02/052020).

APBDES dan Buku Rekening Belum Diserahkan oleh Mantan Kades Desa Tuapanaf-Takari dan jadi Penyebab Belum Dicairkan Dana BLT Covid-19″

“Sejak saya dilantik sebagai Karteker/Pejabat sementara Desa Tuapanaf sebulan yang lalu tepatnya 30 April 2020, hingga hari ini saya belum terima yang namanya APBDES maupun Buku Rekening”, tegas Salmun Amfoni

Padahal, menurutnya dengan adanya Buku Rekening tersebut, pemerintah desa bisa melihat keuangan yang ada sehingga sebisa mungkin dicairkan BLT Covid-19 bagi 200 warga Desa Tuapanaf yang sudah di data sebelumnya.

Baca Juga :  Cakades Terindikasi Palsukan Dokumen LKPPDes Di Desa Gulung Tetap Diloloskan

“Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa sampai saat ini belum dicairkan dan dibagikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di desa Tuapanaf, Kecamatan Takari karena hingga hari ini saya belum menerima APBDes maupun Buku Rekening dari Mantan Kades Tuapanaf”, ujar Salmun Amfoni

Sementara itu salah satu tokoh masyarakat desa Tuapanaf, Y. Adu saat ditemui media ini di lokasi mengungkapkan bahwa dirinya dan warga yang lain sudah menanyakan langsung kepada aparat desa terkait dana BLT Covid-19 namun sekredaris desa hanya menyampaikan “dalam proses”.

Baca Juga :  Rumah Orang Tua Wartawan Ludes Diduga Dibakar OTK

“Saya bersama saudara saya, pergi ke kantor desa untuk bertanya soal dana BLT, namun dikasih tahu kalau masih dalam proses, ” ujar Yacub Adu.

Lanjutnya, kalau masih dalam proses, kenapa desa bisa pengadaan masker untuk dibagikan kepada warga. Terkait hal ini sekretaris desa saat ditemui Yakub Adu, menyampaikan bahwa uang yang digunakan untuk pengadaan masker adalah uang pinjaman dari “mantan Kepala Desa” dengan harapan dikembalikan setelah dana cair.

Sementara itu tokoh pemuda di desa tersebut, menyampaikan dana ini seharusnya sudah dibagikan di awal bulan Mei. Sebagai orang muda yang memiliki rasa kepedulian di desa Tuapanaf, berharap agar 200 warga yang saat ini menunggu datangnya BLT ini, cepat dicairkan sehingga dapat membantu meringankan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Baca Juga :  Miris.! Dinas Pertanian Provinsi NTT Pecat Tenaga Kontrak Via Telepon

Pantauan media ini,bahwa sebanyak 200 Kepala Keluarga yang sudah terdata untuk mendapatkan bantuan BLT Covid-19. (JB)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment