Kapal Bantuan Dinas Kelautan Dan Perikanan Nagekeo Pancarkan Sinyal Masalah

Dibaca 695 kali

Faktahukum NTT, NAGEKEO, Kepolisian Negara Republik Indonesia Resort Ngada diharapkan segera memeriksa Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nagekeo, Lukas Mere. Selama menjabat, Lukas Mere teridikasi telah melakukan sejumlah kebijakan aneh hingga berpotensi merugikan keuangan negara.

Setelah kasus Pokir DPRD yang sempat membuat namanya tersohor, temuan dugaan kasus baru kembali mencengkram Lukas Mere dan kroni- kroninya di dinas itu. Terbaru, pengadaan kapal dan alat tangkap bagi masyarakat Watu Api, desa Totomala tahun 2017 sepertinya bakal kembali membelit Lukas.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Pekan lalu, wartawan Fakta Hukum Indonesia mendapat laporan dari masyarakat setempat terkait penemuan sebuah kapal penangkap ikan yang tersembunyi di tanjung Ga’e Nge wilayah Desa Totomala. Kapal berwarna biru itu terdampar di dalam kebun milik warga setempat. Kuat dugaan, kapal itu sengaja disembunyikan untuk dipindah tangankan alias hendak dijual ke pihak lain.[sc name=”BACA JUGA” ]

Dari informasi yang diperoleh, asal muasal kapal itu berawal dari pengajuan proposal warga Watu Api ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nagekeo. Proposal itu juga diduga merupakan proposal fiktif sebab menurut pengakuan masyarakat, profesi masyarakat desa Totomala pada umumnya bekerja sebagai petani, pekebun dan peternak.

Baca Juga :  Demonstrasi Ke II FPPN; Menggugah Nurani Kemanusiaan Bupati Don

Dari warga juga diperoleh informasi bahwa kelompok nelayan penerima bantuan kapal dan alat tangkap itu terdiri dari Kelompok Nelayan Manu Mesi, Kelompok Nelayan Pa’i Ae dan Kelompok Nelayan Si Goda. Adapun rincian bantuan yang diberikan kepada masing-masing kelompok yakni tiga unit Kapal penangkap berukuran sedang untuk tiap-tiap kelompok. Sedangkan bantuan lainnya yang diterima kelompok Si Goda yakni dua unit mesin bermerek Jiangdong , dua unit kapal tangkap kecil (Ketinting) untuk yang saat ini diduga telah dijual oleh kelompok itu.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Selain bukti fisik, penegak hukum juga bisa segera mengambil keterangan dari Fulgansius Sanda, Zakarias Diwa dan Jon Padu sebagai petunjuk awal dalam mendalami dugaan kasus ini. Ketiga orang itu disebut warga sebagai ketua dari ketiga kelompok nelayan penerima bantuan itu. Sedangkan seorang lagi bernama Yosep Mea, seorang pegawai Honorer di dinas itu juga dapat dijadikan tambahan petunjuk untuk mendalami dugaan kasus ini. Yosep Mea merupakan pegawai penyuluhan dari Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Nagekeo yang saat itu menjadi pendamping bagi tiga kelompok itu.[sc name=”BACA JUGA” ]

Baca Juga :  Polisi Olah TKP, Pastikan Penyebab Kematian Vitalis No

Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Anggoro C. Wibowo, ketika dikonfirmasi wartawan terkait informasi ini mengatakan akan segera berkoordinasi dengan kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Korupsi Polres Ngada.
“Saya akan perintahkan kanit Tipikor dan anggotanya untuk mengecek dugaan kasus itu” katanya. (Patriot)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment