Kemendag, Pasokan Bapok untuk NTT Cukup dan Harga Terkendali

Dibaca 269 kali

NTT (faktahukumntt.com,Kementerian Perdagangan(Kemendag terus berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok(bapok)  menghadapi  Hari  Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan instansi-instansi terkait,Kemendag berupaya  memastikan harga dan pasokan bapok terjaga dengan baik.

Hal ini dikatakan Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional, Dody Edward menghadiri rapat koordinasi daerah(Rakorda)”Kesiapan Bapok  Menghadapi Natal  2018 dan  Tahun Baru 2019″  di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)hari Jumat (30/11).

“Hasil pantauan kami menunjukkan harga bapok di Provinsi NTT  terkendali dan pasokannya cukup untuk menghadapi Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.   Pemerintah akan terus memastikan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan dalam menghadapi HBKN 2018,”  kata Dody.

Rakorda dipimpin Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan didampingi oleh Heri Tri Maryadi, Kepala Satgas Pangan NTT dan Muhammad Syahrial,Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT. Rakorda juga dihadiri oleh pelaku usaha, distributor,BULOG provinsi NTT, Pelabuhan Pelindo III,Disperindag Kabupaten seluruh NTT, perwakilan ritel modern,BPS,  dan  perwakilan dagang Jawa Timur.

Baca Juga :  CAMAT KUPANG BARAT: TIDAK BENAR ADA "KONG KALI KONG" DENGAN KEPALA DESA

Dody menegaskan,Pemerintah tetap perlu menempuh 3 langkah antisipatif  untuk menghadapi momen ini. Langkah-langkah tersebut adalah mengidentifikasi ketersediaan pasokan dan memantau harga secara nasional di masing-masing daerah; mengidentifikasi kesiapan instansi dan

pelaku usaha untuk menghindari kekurangan stok atau gangguan distribusi; serta  meningkatkan pengawasan barang beredar agar masyarakat terhindar  dari  barang  kedaluwarsa, barang ilegal,serta barang impor yang tidak aman dikonsumsi atau digunakan.

“Pemerintah Pusat akan terus berkoordinasi dengan seluruh kantor dinas  yang membidangi perdagangan di daerah untuk menjaga stabilitas harga dan  pasokan bapok agar masyarakat dapat merayakan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 dengan khidmat dan tenang,” imbuh  Dody.

Rakorda hari ini di Kupang merupakan bagian dari rangkaian rakor dalam  menghadapi  HBKN. Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dan sejumlah Pejabat Eselon 1  Kemendag juga telah memimpin rakor serupa di Batam, Kepulauan Riau, pada 11 NovemberMendag meminta pemerintah daerah meningkatkan koordinasi antarinstansi di wilayah kerjanya.Hal ini untuk memastikan ketersediaan bapok melalui kegiatan operasi pasar dan pasar murah di lokasi pemukiman masyarakat berpendapatan rendah. Selain itu, juga untuk menjaga keamanan dan kelancaran distribusi pasokan yang didukung dengan kesiapan moda angkutan barang.

Baca Juga :  Jelang HPN 2021, SMSI Tuntaskan Bangun Jalan dan Sanitasi untuk Masyarakat

Selain  itu,para pelaku usaha juga diimbau agar tidak menaikkan harga  secara tidak wajar dan menimbun barang dalam rangka spekulasi. Pemerintah pusat dan daerah diminta untuk meningkatkan  pengawasan  secara  terpadu, dan bahkan bekerja sama dengan aparat keamanan bila diperlukan.

“Dengan  terjaminnya  pasokan  bapok  dan  harga  yang  terjangkau,  diharapkan  masyarakat  dan

kaum Ibu dapat merayakan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 dengan suka cita,” pungkas Dody

Pantauan Harga Pasar Rakyat dan Ritel Modern 

Hasil pantauan  di Pasar Kasih Naikoten menunjukkan harga bapok di  Kupang  relatif stabil. Harga beras  premium  BULOG tercatat  relatif  stabil  di  bawah  HET  yaitu  sebesar  Rp11.000,-  (HET  beras

Baca Juga :  Politisi Golkar: BUMN Telkom Indonesia dan Telkomsel Tak Perlu Dilebur, Dikuatkan Saja

premium  di  NTT  Rp13.300,-/kg);  harga  beras  medium  BULOG  relatif  stabil  Rp9.000,-  (HET  beras medium  di  NTT  Rp9.950/kg).Sedangkan  cabai  besar  Rp30.000,-/kg;  gula  pasir  Rp13.000,-/kg;bawang merah Rp15.000,-/kg, bawang putih  Rp25.000,-/kg; dan daging sapi Rp90.000,-/kg.

Dody juga meninjau gudang distributor CV. Sumber Cipta. Di tempat ini  tercatat stok beras sebanyak  2000ton.  Ketahanan pangan tersebut mencapai 3 bulan. Sedangkan peninjauan di Gudang Bulog Divre NTT tercatat sejumlah 30.000 ton untuk beras medium atau stok cukup hingga 3,5 bulan ke depan. Selain  itu,kunjungan dilanjutkan ke Pelabuhan Pelindo III.Kunjungandilakukan untuk memastikan  kelancaran arus distribusi bapok.

Sementara  itu,  pada  hari  sebelumnya,  Kamis  (29/11),Dody telah  melakukan  kunjungan  ke  ritel modern yaitu Hypermart dan Transmart.   Berdasarkan   pantauan   harga kedua ritel modern tersebut,harga  beras  premium  sebesar  Rp11.980,-/kg  s.d  Rp13.300,-/kg  (sesuai  HET NTT  yaitu Rp13.300/kg).  Untuk  harga  minyak  goreng  kemasan  sederhana  dijual  Rp11.000,-/ltr;  gula  pasir Rp12.400,-/kg; harga daging ayam di kisaran Rp/34.000kg; dan  telur ayam Rp28.000,-/kg. (***Mariani)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment