Ketua PT Kupang:  Berikan Jasa Pelayanan Hukum Tanpa Menodai Profesi Advokat

Dibaca 278 kali

penyumpahan terhadap 54 Avokat baru dari DPC PERADI Kupang dan PPKHI Perkumpulan Pengacara dan Konsultasi Hukum Indonesia, Rabu (20/01/2021)

Kupang, faktahukumntt.com – 20 Januari 2021

Bertempat di pengadilan tinggi kupang telah dilakukan penyumpahan terhadap 54 Avokat baru dari DPC PERADI Kupang dan PPKHI Perkumpulan Pengacara dan Konsultasi Hukum Indonesia, Rabu (20/01/2021)

Dalam sambutannya Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Kupang DR. H. ALI MAKKI, S.H., M.H., mengingatkan agar Advokat yang disumpah selalu mengingat sumpahnya sebagai salah satu penegak hukum untuk ikut menegakkan hukum dan memberi jasa layanan hukum kepada masyarakat tanpa menodai profesinya yakni terlibat KKN dengan seluruh aparat Pengadilan dan lainnya di wilayah NTT.

Advokat juga harus terlibat dalam program Mahkamah Agung RI sebagai Peradilan Modern dengan penggunaan E Litigasi, E COURT BANDING dan Penggunaan Aplikasi-aplikasi Pengadilan di PTSP (Pelayanan TERPADU SATU PINTU). SESUAI PERMA NOMOR 1 TAHUN 2020, yang semuanya ditujukan pada pelayanan prima memangkas jarak dan waktu dengan penggunaan tehnologi IT.

Baca Juga :  Fritz Edward Siregar: Menghalang-halangi Tugas Pengawas Pemilu Dapat Dipidana

Selain itu, Para Advokad diharapkan membantu program Pengadilan di wilayah NTT dalam program pembangunan Zona Integritas dengan membangun Wilayah Bebas Korupsi WBK dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Advokat hadir dengan tidak melakukan KKN dan memberi penilaian yang baik.

Dalam acara tersebut dihadiri pula oleh Pengurus DPC IKADIN Kupang PHILIPUS FERNANDES. S.H., M.H., dan Pembina PPKHI Pusat Reinaldo Saidi, S.H., M.H.,
dan berlaku sebagai saksi-saksi, yaitu
Manungku Prasetyo, S.H., M.H., dan Bagus Irawan, S.H., M.H., Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi KUPANG, dan juga Wakil Ketua Pengadilan Tinggi, Hakim Tinggi serta Rohaniwan dan para undangan. (*)

Baca Juga :  Plt. Direktur PT Flobamor: Kami Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan Berlayar
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment