Ketum Benteng Jokowi: Diduga Ada Mafia Peradilan di PN Mataram

Dibaca 590 kali Reporter : Gus Din verified

Jakarta, faktahukumntt.com – 05 Februari 2021

Ketua Umum Benteng Jokowi (Bejo) Jak TW. Tumewan yang juga Direktur dan pemilik PT Wanawisata Alam Hayati (WAH) mengatakan, sengketa masalah wanprestasi antara Prajadi Agus Winaktu dan Adi Nugroho di Pengadilan Negeri Mataram dengan Nomor 220/Pdt.G/2020/PN.Mtr tidak ada kaitannya dengan PT Wanawisata Alam Hayati (PT WAH). Bahkan katanya, dimasukkannya aset PT WAH sebagai sita naminan, sangatlah keliru dan keluar jauh dari objek perkara tersebut.

“PT WAH bukan pihak dalam perkara tersebut, sebab perkara yang saat ini masih berlangsung di pengadilan negeri dan belum ada putusan. Namun anehnya masalah aset PT WAH diletakkan sita jaminan oleh Pengadilan Negeri Mataram. Dalam hal ini Prajadi Agus Winaktu selaku penggugat patut diduga melakukan praktek mafia peradilan,” kata Jak TW. Tumewan saat diwawancarai, Syafrudin Budiman, SIP., wartawan senior pada Jumat (05/01/2021) di Jakarta.

Menurutnya, dalam perkara Nomor 220/Pdt.G/PN.Mtr tersebut Prajadi Agus Winaktu menggugat Adi Nugroho menggunakan dalil Perkara Perdata Nomor 108 /Pdt.G/2017/PN.Mtr. Dimana telah memperoleh putusan yang berkekuatan hukum tetap berdasarkan Putusan Mahkamah Agung  RI Nomor 3086K/Pdt/2018 tanggal 30 Nopember 2018.

Baca Juga :  Ternyata Bukan Karena Gagal Caleg. Ini Penjelasan Ahmad Tujuh Terkait Penutupan Jalan

“Dalam perkara Nomor 108/Pdt.G/2017/PN.Mtr tersebut Prajadi Agus Winaktu menggugat Adi Nugroho dan PT Sumber Sejahtera Lestari Lombok, PT WAH, dan Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara. Perkara ini telah berkekuatan hukum tetap, yaitu Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 3086K/Pdt/2018,” jelas Papa Jak sapaan akrabnya.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment