Kolaborasi BNN dan Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan

Dibaca 306 kali

Faktahukumntt.com – Kota Kupang, NTT

[dropcap]B[/dropcap]adan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT melebarkan sayapnya melalui pemberdayaan para Penggiat Anti Narkoba khususnya di lingkungan pendidikan agar ikut berperan aktif dalam mengkampanyekan bahaya narkotika.

Penyataan ini disampaikan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNN NTT, Lia Novika Ulya, S.KM., Kamis (21/11/2019) dalam workshop bersama para Penggiat Anti Narkoba dari kalangan para guru dan dosen se-Kota Kupang di Hotel Sahid T-More Kupang.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BNN Provinsi NTT yang diwakili oleh Kabid P2M, Hendrik Rohi, S.H., M.H., sekaligus sebagai narasumber; Kepala Seksi Pencegahan, Markus Raga Djara, S.H., M.Hum (moderator) dan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNN NTT, Lia Novika Ulya, S.KM. serta Penyuluh Narkoba Ahli Madya, Drs. Tonny  L. Teelshow yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu.

Baca Juga :  Kapolri Minta Masyarakat Tak Panik Pasca-Bom Bunuh Diri di Katedral

Dalam sambutan Kepala BNN Provinsi NTT yang dibacakan oleh Hendrik Rohi, S.H., M.H. Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan kemampuan atau kapasitas calon penggiat anti narkoba dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNN NTT, Lia Novita Ulya, S.KM. kepada Media ini mengatakan “Guru maupun dosen punya peran penting dalam mengkampanyekan bahaya Narkotika bagi peserta didik. Maka dengan adanya kegiatan ini tentunya menjadi dasar terjadi kolaborasi BNNP NTT dan Para Penggiat (Guru dan Dosen) ini diharapkan adanya rencana aksi secara rutin di lingkungan lembaga pendidikan masing-masing “, ujar Lia.

Baca Juga :  3 Peraturan Direkturnya Dibatalkan MA, Begini Sikap BPJS Kesehatan

Menurutnya, pencegahan mesti dimulai dari kelompok kecil dan itu harus dilakukan secara rutin. Untuk itu, lewat para relawan penggiat anti narkotika bisa menggerakan langsung para siswa/i maupun mahasiswa/i untuk menolak narkotika. Terutama disampaikan melalui mata pelajaran atau mata kuliah. (MI)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment