Lantik 7 Penjabat Kepala Desa di Kecamatan Mauponggo, Bupati Nagekeo Titipkan Tugas Khusus.

Dibaca 708 kali

Faktahukumntt.com  – NAGEKEO,

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, M.Kes, melantik 7 Penjabat Kepala Desa di Kecamatan Mauponggo, kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada kamis, (02/07/2020) di Aula Kantor Camat Mauponggo.

Hal yang menjadi dasar pertimbangan bupati Nagekeo melantik ketujuh penjabat kepala desa tersebut adalah berakhirnya masa jabatan para kepala desa terpilih yang mengembangkan tugas pemerintah selama 6 tahun terakhir.

7 Penjabat Kepala Desa yang dilantik Bupati Nagekeo hari ini antara lain 1). Viktorianus Mere, penjababat kepala Desa Woewolo, 2). Remigius Raga penjabat kepala Desa Maukeli, 3). Phelipus Benisius Raga penjabat kepala Desa Aewoe, 4). Albertus Lape penjabat kepala Desa Woloede, 5). Aditya Pratama Sutrisno penjabat kepala Desa Wuliwalo, 6). Crispianus No penjabat kepala Lodaolo dan 7). Krispianus Ea penjabat kepala Desa Sawu.

Baca Juga :  Padat Karya, Pemda Nagekeo Kucurkan 7,8 Miliar Dana Covid-19.

Upacara pelantikan 7 kepala Desa tersebut, disaksikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nagekeo Dapil Mauponggo, ibu Ketua TP PKK Kabupaten Nagekeo, Para Staf Ahli Bupati, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat serta para mantan kepala desa.

Tugas umum penjabat kepala Desa yang di lantik tersebut adalah Menyelenggarakan pemerintahan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa, Selaian itu Kepada ketujuhnya juga dibekali tugas khusus oleh Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do yakni mempersiapkan dan memfasilitasi pemilihan kepala desa pada periode berikutnya.

” Tugas umum penjabat Kades, selain penyelenggara pemerintah desa, juga ada tugas pemberdayaan masyarakat. Dalam beberapa bulan ke depan ada tugas khusus yakni menyelenggarakan pemilihan kepala desa” terang Bupati Don Bosco Do dalam acara tersebut.

Bupati Don meminta agar para penjabat kepala Desa mampu memfasilitasi pemilihan kepala desa dengan baik dan mengedepankan nilai-nilai demokrasi langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (luberjurdil) agar kebebasan demokrasi masyarakat dalam memilih pemimpin menghasilkan pemimpin yang kredibel dan bertanggungjawab. Untuk hal itu beliau meminta agar penjabat kepala desa bisa menempatkan diri dan memainkan perannya secara profesional dengan bersikap netral serta mampu menepis stimulus seperti godaan amplop yang Kadang dimainkan dalam konstelasi politik.

Baca Juga :  BPKP NTT Dukung Pemkab Malaka Tindak Lanjut Hasil Temuan Rp8 Miliar Lebih

“Para penjabat harus bisa menempatkan diri dalam posisi netral. Kadang dalam konstelasi politik ada godaan amplop Penjabat harus kuat jaga netralitas dan godaan ini” pinta Bupati Nagekeo kepada ke tujuh pejabat kepala Desa yang dilantiknya.

Bupati Don mengecam para penjabat kepala Desa yang kedapatan berlaku tidak adil dan tidak mampu mengembangkan amanahnya dengan baik. Beliau menegaskan bahwa tugas penjabat adalah menjaga ketertiban dan mencegah sumber potensial konflik horisontal di level masyarakat dan tidak segan-segan menggantikan penjabat kepala Desa yang berlaku enggan jujur dan tidak bertanggungjawab.

Baca Juga :  DPRD dan Bupati Nagekeo Janji Bantuan Perumahan, 20 KK Desa Marapokot Beli Tempat Rumah.

“Ke tujuh penjabat yang dilantik hari ini, adalah pemimpin yang ditunjuk, bukan dipilih. Kapan yang menunjuk tidak percaya lagi, ganti” tegas Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do. (PFB)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment