Limbah Tahu Berdampak Buruk Terhadap Warga Sekitar Kelurahan Manutapen

Dibaca 157 kali

Kupang Kota-(faktahukumntt.com), Limbah dari Perusahaan Tahu yang beralamat di RT. 003 RW. 001 Kelurahan Air Nona Kecamatan Kota Raja membawa dampak buruk terhadap warga Kelurahan Manutapen yang bermukim di sekitar Sungai. Hal ini terungkap saat pertemuan bersama yang terjadi pada hari ini (Rabu 7/2/2017) di lokasi Pabrik Tahu.

Hadir dalam pertemuan ini, Lurah Air Nona, Sekretaris Kelurahan Manutapen, Babinkantibmas, Ketua RW, Ketua RT serta Awak Media.

Pemilik perusahaan tahu, Suryadi mengakui bahwa pembuangan limbah tahu terjadi pada musim hujan dan kalau ada banjir. Hal ini menimbulkan keresahan warga yang berdiam di sekitar sungai dan menggunakan air untuk kebutuhan hidup; mencuci, mandi bahkan minum. Selain aroma bau busuk hasil limbah bisa membawa penyakit kulit bahkan menyebabkan kematian.

Menurut Imanuel Ully, Sekretaris Kelurahan Manutapen yang warganya terkena dampak langsung menegaskan bahwa tidak dibenarkan hasil dari limbah tahu dibuang ke sungai apapun alasannya.

Baca Juga :  *Gubernur VBL: Membangun Pertanian di NTT Dilakukan secara Revolusioner*

Lanjut Ully, bahwa dua tahun silam telah ada komunikasi baik antara Kelurahan Air Nona dan kelurahan Manutapen dengan pemilik tahu terkait pembuangan limbah tahu dimaksud. sehingga dampak limbah tidak terjadi dan tidak ada pengeluhan warga. Jika pada hari ini ada pengeluhan masyarakat yang diam di sekitar Sungai Dendeng dan merasakan langsung dampak dari limbah pabrik tahu maka itu merupakan suatu pelanggaran.

“Oleh karena itu jika hal ini terulang lagi maka wajib hukumnya pabrik tahu milik Suryadi layak ditutup”, tegas Ully.

Baca Juga :  PEMERINTAH KOTA DAN DPRD BERSINERGI MEMBANGUN KOTA KUPANG

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bersama pemilik pabrik tahu dengan menandatangani surat pernyataan di atas materai 6000 bahwa tidak membuang limbah ke Sungai, jika terulang lagi maka pabrik ini ditutup tentunya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Terkait dengan pabrik tahu yang belum mengantongi ijin Amdal, Lurah Air Nona, Milton R. Thome menegaskan bahwa dalam waktu dekat akan memanggil pemilik pabrik tahu untuk dicek semua legalitas yang sudah dimiliki atau belum. Terhadap belum adanya ijin Amdal, Milton menegaskan bahwa akan meminta Suryadi untuk segera memproses ijin Amdal pada Dinas terkait yaitu Badan Lingkungan Hidup.

Baca Juga :  Mewujudkan Mimpi NTT Sejahtera Dalam Konteks "Gotong Royong"

“Ya ini merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap pelaku usaha yang usahanya membawa dampak bagi lingkungan hidup. Dan melalui pertemuan ini diharapkan dapat membawa hasil yang baik khususnya pemilik pabrik tahu dapat mentaati semua peraturan yang berlaku”, tegas Milton. (Jose).

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment