Memaknai Aksi Spontanitas Warga Labuan Bajo Saat Kunker Jokowi

Dibaca 287 kali Reporter : SL verified

LABUAN BAJO, faktahukumntt.com – 14 Oktober 2021

Francis Dohos Dor, S.H., sebagai Kuasa Hukum Komunitas Kacang Buka kepada media ini menyampaikan bahwa Aksi Spontanitas dalam menyampaikan Aspirasi oleh Warga Racang Buka Desa Gorontalo pada kegiatan kunjungan kerja Presiden Jokowi di Labuhan Bajo tanggal 14 Oktober 2021 dapat diartikan sebagai berikut:

Pertama, Bahwa Warga Komunitas Racang Buka merupakan warga yang terdiri dari 600 kk penggarap lahan hutan Nggorang-Bowosie sejak tahun 1999 dan berlanjut hingga saat ini. Terdapat 4 Lokasi yang digarap warga dalam kawasan Hutan tersebut yakni lahan Depan Pertamina Jalan Raja Labuhan Bajo, Lahan Rade Sahe, Lahan Lengkong Cowang, Lahan Racang Buka, dan Lahan Golo Wae Nahi, yang mana secara kesemuanya masuk dalam wilayah administrasi Desa Gorontalo. Total areal Penggarapan Warga kurang lebih 143 Ha.

Di atas lokasi tersebut telah terdapat Ratusan Rumah permanen maupun semi permanen, tanaman- tanaman baik Jangka Panjang dan Jangka Pendek milik Warga Komunitas Racang Buka. Penggarapan Lahan Tersebut telah dirasakan secara langsung dan berkesinambungan oleh Komunitas Racang Buka, melalui peningkatan ekonomi dan taraf kesejahteraan hidup melalui hasil jual beli tanaman sayuran dan buah-buahan.

Baca Juga :  Presiden: Prioritaskan Perlindungan Tenaga Kesehatan

Kedua, Masalah muncul ketika di Tahun 2020, BPOP LBF mendapatkan Persetujuan Prinsip Pengelolaan 135, 22 Ha dari KLHK, yang mana lahan tersebut ternyata seluruhnya adalah lokasi yang telah di Garap Warga Komunitas Racang Buka sebagaimana yang telah diuraikan pada poin 1).

BPOP LBF telah melakukan penanaman pilar2 atas areal 135, 22 ha Lahan Pengelolaannya tersebut sebanyak 3 kali, dan ketiganya langsung ditolak warga Komunitas Racang Buka dengan melakukan aksi penghadangan dan pengrusakan pilar-pilar tersebut.

Warga Komunitas Racang Buka beraksi demikian akibat dari luapan emosi dan kekesalan meyaksikan lahan-lahan garapan mereka, tanaman-tanaman mereka, dan rumah-rumah mereka dipasangi pilar-pilar oleh BPOP LBF.

Baca Juga :  Air Layak Konsumsi Teknologi Reverse Osmosis di Desa Papagarang

Ketiga, atas dasar titik singgung kepentingan BPOP LBF dan warga Komunitas Racang Buka tersebut poin 2), maka reaksi lanjutan akan secara otomatis terus bermunculan, sebagaimana salah satunya adalah aksi spontanitas warga mengangkat poster2 aspirasi pada saat Presiden Jokowi melintasi Jalan di Labuhan Bajo hari ini tanggal 14 Oktober 2021.

Makna aksi spontan warga tersebut  antara lain;
a. Bahwa aksi tersebut adalah rangkaian tindakan hukum yang bertanggung jawab, merupakan pula aspirasi warga komunitas Racang Buka atas Kebijakan Pemerintah Pusat melalui KLHK yang tidak melalui kajian yang baik dan benar, serta mengabaikan prinsip-prinsip asas-asas umum pemerintahan yang baik dan benar.

Kebijakan Pemerintah yang cenderung berwatak otoriter kepada warganya sendiri dengan cara KLHK memberikan Persetujuan Prinsip Pengelolaan kepada BPOP LBF diatas lahan yang telah nyata dan terang juga merupakan lahan yang telah lama digarap warga Komunitas Racang Buka.

Baca Juga :  KPK Dorong Pembenahan Aset dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Sumba Timur

b. Bahwa ternyata tidak ada jawaban secara menyeluruh atas inventarisasi lahan garapan warga tersebut.

c. Bahwa Aspirasi2 warga dalam tenggang waktu koordinasi dengan pemerintah daerah juga tidak menghasilkan solusi atas penggarapan warga,

d. Bahwa BPOP LBF terkesan sangat bernafsu untuk menguasai dan mengelola lahan warga tersebut.

Untuk itu beberapa tuntutan warga dalam aksi pembentangan poster pada kunjungan kerja Presiden Jokowi hari Kamis, 14 Oktober 2021 di Labuhan Bajo yakni :

1. Meminta Presiden Jokowi untuk mencabut kembali Persetujuan Prinsip BPOP. Sebab terang dan nyata, Persetujuan Prinsip tersebut terkesan mengajak perang warga masyarakat yang telah lama dan duluan menggarap warga,

2. Meminta kepada Presiden Jokowi untuk memberikan kepastian hukum berupa hak milik warga komunitas racang buka berupa 135 ha lahan yang telah di garab warga.

Atas Nama Warga Komunitas Racang Buka

ttd

Francis Dohos Dor, S.H
Kuasa Hukum

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment